Stunting Kota Kupang Berada di Angka 25,6 Persen

oleh -167 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Wali Kota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore mengakui bahwa angka stunting di Kota Kupang saat ini mencapai 25,6 persen, sehingga membutuhkan penanganan khusus. Untuk itu Pemkot minta dukungan keterlibatan semua pihak termasuk Perguruan Tinggi di Kota Kupang.

“Kita minta para mahasiswa KKN untuk membantu memberi pencerahan kepada warga tentang langkah-langkah penanganan stunting di daerah ini,”katanya
saat melepas 500 mahasiswa KKN dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Balai Kota Kupang pada Rabu, 13 April 2022.

Wali Kota Kupang meminta para mahasiswa sebagai kaum intelektual harus bersinergi dengan pihak kelurahan dan berani menyatakan pendapat terutama dalam memberi masukan terkait isu-isu utama yang menjadi perhatian Pemkot Kupang. Salah satunya adalah soal penanganan stunting.

Selain itu dia juga meminta para mahasiswa KKN dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang untuk mendukung pelayanan dan pendataan di setiap kelurahan.

Bagi para mahasiswa dengan kemampuan teknisnya terutama dalam mengoperasikan komputer untuk membantu pendataan, baik untuk program satu data di kelurahan juga untuk membantu pendataan administrasi sebagai kelengkapan untuk pencairan dana bantuan stimulan korban badai siklon tropis seroja.

Menurutnya hingga saat ini beberapa kelurahan belum lengkap administrasinya. Untuk itu dengan kehadiran mahasiswa di kelurahan diharapkan proses pendataan dan administrasi bisa lebih cepat. Tak lupa pada kesempatan yang sama Wali Kota juga minta dukungan para mahasiswa KKN untuk menata kebersihan di kelurahan tempat KKN mereka masing-masing.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Damianus Adar pada acara pelepasan tersebut menyampaikan dengan program ini, mahasiswa dan dosen dapat belajar di luar kampus dan membawahi dampak positif di tempat mereka ditugaskan selama dua bulan ke depan. Jumlah mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan KKN ini adalah sebanyak 500 mahasiswa yang akan didampingi oleh 50 dosen pembimbing yang tersebar ke 50 kelurahan di Kota Kupang.

Menurutnya ada beberapa hal yang jadi perhatian mereka dalam kegiatan KKN ini, antara lain; stunting, kebencanaan, kemiskinan dan kelistrikan. (PKP/JRD/HT)