UNICEF Dukung Gagasan Sekolah Ramah Anak di Masa Pandemi COVID-19

oleh -145 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi NTT bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Kementerian Agama Provinsi NTT, Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTT, Bappelitbangda Provinsi NTT selaku Ketua Pokja AMPL Provinsi NTT menggagas Webinar Series untuk menginisasi sebuah langkah proteksi dini  melalui Sekolah Ramah Anak untuk Sanitasi dengan penerapan Sekolah Aman dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka di masa pandemi COVID19.

Dengan demikian, Organisasi United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) atau Dana Darurat Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa mendukung gagasan sekolah ramah anak di masa pandemi COVID-19.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor UNICEF Perwakilan NTT dan NTB, Yudhistira Yewangoe ketika saat audiensi perdana bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dengan Tim Sekolah ramah Anak Provinsi NTT di ruang kerja Gubernur pada Selasa, 5 Oktober 2021.

“Pada prinsipnya kita mendukung sekolah ramah anak di masa pandemi ini. Hal itu sangat penting karena akan membantu penerapan Protokol Kesehatan 5M sehingga dapat mencegah penularan COVID-19 di lingkungan sekolah,” katanya.

Yudhistira mengatakan, untuk memutus penyebaran COVID-19 para guru dan tenaga kependidikan harus mendapat prioritas untuk divaksin secara lengkap agar guru dan anak-anak tidak mudah terinveksi COVID-19.” 

Dikatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk membangun pemahaman pihak-pihak sekolah di NTT dalam rangka penyelenggaraan Sekolah ramah Anak dan menginisiasi manajemen kebersihan dan kesehatan menstruasi di sekolah. Pemerintah Provinsi NTT berupaya keras menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah salah satunya melalui penerapan sanitasi aman dan mengembangkan sistem pemantauan 5M berbasis andorid di sekolah.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sejumlah narasumber berkompeten baik di level nasional dan provinsi akan menyumbangkan konsep terbaiknya untuk mewujudkan sekolah ramah anak melalui penerapan sanitasi aman di sekolah. Diantaranya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian  P3A RI, Kementerian Agama RI, dan UNICEF Indonesia.

Sementara narasumber di tingkat Provinsi berasal dari dinas-dinas dan lembaga terkait Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi dan Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT  H. Hasan Manuk berkomitmen akan membangun sebuah role model penerapan Sekolah Ramah Anak yang terkoneksi dengan penerapan Sanitasi Aman agar sekolah benar-benar menjadi tempat terbaik untuk anak saat berada di sekolah. Kita tegas, sebisa mungkin zero tolerance untuk penyebaran virus COVID19 agar anak-anak merasa aman dan nyaman di sekolah. 

“Kita berharap melalui penerapan Sekolah Ramah Anak dapat meningkatkan budi pekerti pada anak didik sehingga masa depan anak-anak NTT kelak mampu bersaing secara nasional dan global,”katanya.

Selanjutnya dia menambahkan bahwa aspek ini menjadi sangat penting dan pemahaman ini harus dibagikan kepada semua pelaku dan penggiat sekolah di Provinsi NTT.

“Kita harus satu visi untuk mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera”ujarnya.

Untuk diketahui bahwa UNICEF bekerja di beberapa tempat terberat untuk menjangkau anak-anak yang kurang beruntung di dunia.

“Dan lebih dari 190 negara dan wilayah, kami bekerja untuk setiap anak, di mana saja, untuk membangun dunia yang lebih baik bagi semua orang,”paparnya. (HT)