Tinus Tanaem Peragakan Adegan Kasus Pembunuhan Gadis Gembala Sapi di Kupang Barat

oleh -128 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Rekonstruksi pembunuhan terhadap gadis gembala sapi bernama Marsela Bahas (18) di Kelurahan Batakte Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang digelar. Dimana tersangka
Yustinus Tanaem alias Tinus memperagakan 23 adegan.

Rekonstruksi tersebut digelar secara terbuka dan diperagakan oleh tersangka Tinus. Reka ulang dilokasi kejadian perkara (TKP), RT 08 /RW 005 Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Babupaten Kupang pada Selasa, 25 Mei 2021 siang.

Reka ulang adegan dilakukan mulai dari korban datang ke lokasi, bertemu sampai korban dibunuh tersangka.

Sebelum bertemu tersangka dan korban sudah berkomunikasi untuk bertemu di lokasi atau tempat korban untuk mengembala ternak sapi.

Setelah bertemu tersangka dan korban berhubungan badan, lalu takut korban berteriak tersangka menusuk korban dengan pisau hingga tewas di tempat. Untuk diketahui tersangka melakukan persetubuhan dan pembunuhan sekitar pukul 14:00 WITA siang.

Dalam mengamankan gelaran rekonstruksi tersebut Polres Kupang dibantu atau diback up, Satuan Brigadir Mobil (Brimob) Polda NTT.

Kapolres Kupang,  AKBP, Aldinan RJH
Manurung SIK mengatakan reka ulang dilakukan 23 adegan yang diperankan langsung oleh tersangka.

Dikatakan, tersangka dan korban mempunyai hubungan khusus. Dari informasi yang diperoleh keduanya sudah 11 kali bertemu dan itu dilakukan dua minggu sekali.

“Selama 10 kali bertemu tidak pernah berhubungan badan, sehingga tersangka menjanjikan akan membelikan Handpone untuk korban. Dan pada pertemuan ke-11 atau terakhir berujung kematian korban dengan cara dibunuh,”ungkap Kapolres Kupang.

Motif kematian korban juga hampir sama dengan kematian Nona Welkis dimana dikenal melalui media sosial (medsos).

Saat ini pihak kepolisian masih mencari barang bukti Handpone milik korban yang dibuang oleh tersangka.

Tersangka dikenakan pasal 340, subsider 338, KUHP dan UUD perlindungan Anak, pasal 23 tahun 2002, dengan hukuman mati.

Masyarakat dihimbau agar menggunakan media sosial (medsos) dengan sebaik-baiknya jangan tergiur dengan rayuan gombal dan lain sebagainya.

“Jika ada tawaran yang mengiurkan dari siapa saja  bisa melaporkan pada keluarga atau pihak kepolisian terdekat,”tandas Aldinan.

Rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut berjalan dengan aman, walaupun disaksikan masyarakat setempat. (HT)