Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah di Kawasan Bali Nusra

oleh -121 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiakodat (VBL) berharap untuk dapat melakukan transformasi dan juga residens ekonomi di kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Bali Nusra agar mampu menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan satu sama lain sehingga mampu bertahan dalam menjawab tantangan ataupun bencana yang akan datang.

“Tidak ada pilihan untuk tidak bersama-sama. Pada saatnya nanti, kita akan saling membutuhkan. Jika kita tidak membangunnya dari sekarang akan merugikan kita satu sama lain. Kita berharap untuk membangun suatu kawasan agar dapat bertahan dalam menghadapi kondisi tekanan-tekanan global,” kata Gubernur VBL dalam Webinar Transformasi Bali Nusra dengan tema meningkatkan ketahanan ekonomi daerah secara virtual pada Rabu, 9 Juni 2021.

Gubernur Viktor mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan ruang untuk berbicara khusus tentang ekonomi.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bank Indonesia untuk memberikan ruang  untuk kita berbicara banyak hal khususnya segala hal tentang ekonomi yang sangat penting. Terima kasih juga kepada Gubernur Bali dan NTB yang telah memberikan pikiran yang brilian untuk menjawab seluruh tantangan yang ada,” ucapnya.

Dikatakan, dalam proses pembangunan setiap daerah harus ada perubahan dengan tujuan akhir kesejahteraan. Pembangunan yang tidak melakukan  perubahan maka masyarakatnya tidak akan sejahtera.

“Saya sangat senang dengan Gubernur NTB sudah mau berpikir untuk melakukan industrialisasi di bidang-bidang sektor pertanian dan perkebunan sehingga ini akan sangat membantu tiga provinsi ini. Saya tidak hanya berbicara dengan cakupan NTT saja tapi jika perubahan mindset di NTB, nantinya juga akan ada perubahan mindset di NTT dan Bali,”ungkapnya.

Dia menginginkan adanya satu kesatuan kerangka berpikir dalam pembangunan kawasan Bali Nusa Tenggara. Kerangka berpikir ini harus disiapkan dengan benar agar ke depannya kawasan Bali Nusra akan bisa menjawab tantangan-tantangan  yang terjadi di nasional sekarang pada masa pandemi COVID-19.

“Meski kondisi perekonomian yang  buruk, NTT memilki potensi yang sangat besar yang mampu menjadi penyumbang terbesar bagi kebutuhan nasional. Seperti garam dan daging sapi. Saya mendorong serius bagi ketiga provinsi ini mampu bersinergi,  bukan saja untuk mengisi rantai nilai  yang  diperlukan dalam pembangunan ketiga provinsi namun juga bisa menyumbang dalam skala nasional,”pintanya.

Dalam kesempatan itu dia menyinggung tentang energi bahwa NTT menjadi salah satu yang mempunyai pusat energi baru terbarukan  seperti di Pulau Sumba dan Pulau Timor. Dalam proses perubahan ke depan energi baru terbarukan akan menjadi faktor terpenting dalam upaya ketahanan dan kemandirian ekonomi suatu Negara yang tidak bisa dihindari.

“Dunia kini telah menuju pada energi baru dan terbarukan seperti angin, matahari, panas bumi, gas dan arus laut. Ini perlu direncanakan oleh ketiga provinsi agar dapat memenuhi kebutuhan  energi nasional. Jika kita tidak melakukan perubahan ini kita akan tertindas oleh perubahan dunia yang begitu cepat,”tandasnya.

Untuk diketahui bahwa seminar tersebut diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali, NTB dan NTT.

Turut hadir dalam webinar ini yaitu Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Rektor UI, Prof Ari Kuncoro Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, NTB dan NTT dan sejumlah pengamat ekonomi dan akademisi dari beberapa Universitas di Indonesia. (HT)