Sudah 62,40 Persen Masyarakat NTT Sudah Punya Akta Kelahiran

oleh -104 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT dari jumlah 4.296.522 jiwa yang terdata ada sekitar 2.680.862 atau 62,40 persen yang sudah mempunyai atau memiliki akta kelahiran dan sisanya atau sekitar 37,60 persen belum memiliki akta kelahiran.

“Dari 4.296.522 jiwa yang terdata, ada sekitar 2.680.862 atau 62,40 persen yang sudah miliki akta kelahiran dan sisanya atau sekitar 37,60 persen belum memiliki akta kelahiran. Kami siap untuk melakukan kerja kolaboratif yang lebih maksimal untuk menangani stunting, persoalan kependudukan dan keluarga berencana.

Kita akan maksimalkan peran kader KB di Desa agar bisa membangun semangat kolaboratif dengan kader PKK,  bidan atau tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan di tingkat desa termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat,” kata Kepala BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru ketika beraudiens dengan Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat di Ruang Kerja Gubernur pada Rabu, 10 November 2021.

Marianus dalam kesempatan tersebut melaporkan  capaian Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21). Dimana BKKBN NTT merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia dalam capaian pendataan yakni mencapai 80,14 persen atau 1.123.934 Kepala Keluarga (KK)  dari jumlah KK versi Dukcapil sejumlah 1.402.414 KK. Metode pendataan yang dipakai adalah melalui formulir (85 persen) dan lewat smartphone (15 persen).

“Dari 3.353 Desa/Kelurahan sasaran, yang terdata adalah 3.324 atau 99,40 persen. Kabupaten dengan pendataan tertinggi di atas 99 persen adalah Nagekeo dengan 99,70 persen,  Flotim dengan 99,61 persen,  Ende dengan 99,58 persen dan Manggarai Timur mencapai 99,53 persen. Sementara capaian terendah adalah Kota Kupang dengan 67,02 persen,”jelas  Marianus.

Dari pendataan itu juga, lanjut Marianus, terungkap dari 623.734 Pasangan Usia Subur (PUS) tercatat ada sekitar 13,30 persen PUS yang menikah di bawah usia 19 tahun. Total PUS yang mengikuti KB modern dan KB Alamiah/Tradisional mencapai 39,9 persen. BKKBN juga menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan kerja kolaboratif. (HT)