Sambut HUT ke-16, BPR TLM Gelar Donor Darah

oleh -33 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16, Bank Pekreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat (Bank BPR TLM) menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama yang membutuhkan.

HUT BPR TLM akan jatuh pada tanggal 1 Februari 2024 mendatang. Dan kegiatan donor darah digelar di Aula Lantai 2 Gedung Bank TLM pada Sabtu (20/1/2024).

Kegiatan donor darah yang digelar bekerja sama dengan PMI Kota Kupang ini mengusung tema ‘Setetes Darah Sejuta Harapan’.

Lebih dari 150 orang mendaftarkan diri untuk menjadi pendonor dalam kegiatan donor darah ini, baik dari karyawan Bank TLM maupun dari nasabah dan warga sekitar kantor Bank TLM. Sebelum diambil darahnya, setiap calon pendonor terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan HB darah untuk memastikan apakah calon pendonor boleh mendonorkan darahnya atau tidak.

Direktur Utama (Dirut) Bank TLM, Robert P Fanggidae, ketika membuka kegiatan donor darah ini mengatakan, kegiatan donor darah ini paling sedikit memiliki tiga aspek yakni Aspek Rohani, Aspek Kesehatan, dan Aspak Sosial.

Pertama : Aspek Rohani. Yaitu bahwa melalui donor darah, kita mengasihi sesame. Kita mengasihi sesame yang mungkin kita tidak kenal, karena darah kita akan disumbangkan kepada orang lain yang tidak kita kenal.

“Kita menolong sesama yang tidak kita kenal, itu luar biasa. Biasanya kita tolong orang yang kita kenal, orang yang masih sahabat dengan kita, orang yang baik dengan kita,” kata Robert.

“Kita menolong sesama dengan memberi yang terbaik dari diri kita yaitu darah. Proses pembentukan darah itu cukup panjang, mulai dari makanan sampai menjadi darah, dan darah itu yang kita berikan kepada sebagai bagian dari kita mengasihi sesame,”ungkapnya.

Aspek kedua, kata Robert adalah Aspek Kesehatan. Paling tidak ada sembilan manfaat yang kita dapat, jika kita mau mendonorkan darah kita untuk membantu sesama.

“Laki-laki yang sering donor darah biasanya berkurang resiko terkena serangan jantung. Selain itu dapat pula mengurangi kolesterol, membakar kalori, mengurangi resiko penyait kanker dan lain-lain,”ucapnya.

Sementara aspek ketiga, menurutnya adalah Aspek Sosial. Di Kota Kupang ini, makin lama orang makin cenderung hidup individu. Orang yang punya uang, punya harta, punya jabatan, makin individual.

“Tanda orang hidup makin individu itu sederhana saja. Kalau sewa tenda dari Keagungan atau dari tempat lain untuk suatu acara, dan tendanya datang pasti itu individu. Tapi kalau tetangga sekitar sampai pasang tenda, masih ada orang atau tetangga yang bantu masak nasi dan sebagainya, berarti kampung itu masih ada semangat gotong royong, masih ada kepedulian sosial,”bebernya.

Masih peduli kepada sesama, kata Robert P Fanggidae, berarti bahwa kita adalah makluk sosial yang memerlukan orang lain. Setiap kita memerlukan orang lain.

Dan kegiatan donor darah ini, kata Robert P Fanggidae, adalah bentuk kepedulian sosial kepada sesama, bahwa kita makluk sosial, dan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain. Karena itu mari kita terus menjaga kepedulian dan jiwa sosial kita kepada sesama.

“Bagi TLM sendiri, donor darah ini memperlihatkan bahwa untuk meraih dan menjadikan Perusahaan sehat yang bagus, tidak hanya dengan kegiatan-kegiatan ekonomi saja. Memang kegiatan pokok Bank TLM adalah ekonomi, tetapi kita juga mendukung pemerintah, masyarakat, dan Gereja, dengan bebagai kegiatan termasuk donor darah ini,”jelasnya.

Ia menambahkan, Bank TLM termasuk perusahaan yang secara rutin dan kberontribusi dalam aksi donor darah. Tiap tahun sekitar 50-70-an kantong darah dikumpulkan dari kegiatan donor darah yang digelar. Hari kali ini yang mendaftar untuk mendonor mencapai 150-an orang. ****