Saatnya Kerja Bukan Bersantai

oleh -134 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, saat ini waktunya untuk bekerja bukan bersantai.

“Tidak ada waktunya lagi kita bersantai, yang ada sekarang adalah waktunya untuk bekerja  keras, tidak asal kerja juga, tapi kerja dengan perencanaan yang matang dengan target yang jelas. Apa yang harus dicapai itu harus jelas, sehingga kerja kita juga terarah dengan baik. Terima kasih karena bapak ingin kembali ke NTT, ke Tanah Leluhur Lembata, karena memang kalau mau majukan NTT, kita butuh orang-orang dengan visi yang sama yaitu memajukan dan mensejahterakan masyarakat NTT,”kata Gubernur Viktor ketika menerima Brigjen TNI Purnawirawan Ivo Arianto Betekenang bersama Leonard Betekeng pada Senin, 4 April 2022.

Gubernur VBL mengatakan, banyak lahan tidur di NTT yang belum dikelola dengan baik sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan profesional untuk mengelolanya.

“Masih ada begitu banyak lahan tidur di NTT dengan berbagai potensi besar untuk memberi kesejahteraan bagi masyarakat, tetapi kita kekurangan SDM berkualitas untuk mengolahnya. Berbagai potensi ini seperti pertanian, peternakan dan perikanan, bahkan sumber daya energi baru terbarukan yang belum diolah dengan profesional. NTT ini SDAnya sangat kaya, sayangnya kita kekurangan pengetahuan untuk mengelolanya. Cara berpikir kita dalam mengelolanya yang harus diubah. Bahkan sisi pemasarannya juga harus dibenahi juga secara optimal,”ungkapnya.

“NTT ini mau maju harus didukung dengan pemberdayaan sumber daya manusia yang profesional. Kerja kita harus kerja luar biasa, dengan cara di luar kebiasaan. Jauhi sikap santai, tapi diperlukan kinerja yang optimal untuk mengejar setiap ketertinggalannya,”jelasnya.

“Semua potensi kita ada, cuma sekarang tergantung  dari diri kita sebenarnya, mau kerja ataukah tidak, mau maju ataukah tidak mau. Ya, apapun kondisinya NTT, kita harus berani melakukan berbagai lompatan dengan berbagai terobosan untuk bisa mengejar berbagai ketertinggalan yang masih kita alami bersama. Kita butuh kerja sama, tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Sehingga kita akan lebih cepat maju. Kerja sama itu juga harus dengan modal pengetahuan yang luar biasa, oleh sebab itu saya sangat apresiasi dan senang sekali ada Putera NTT, seorang jenderal purnawirawan, setelah sekian lama mengabdi di luar NTT, punya kemauan keras untuk kembali ke tanah kelahiran ikut berperan aktif mau bekerja sama untuk bangun NTT ini,”tambah orang nomor satu di NTT ini.

Dirinya sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan serta keinginan kuat dari Putera Lembata, Brigadir Jenderal (Purn) Ivo Betekeneng yang mau berkontribusi menujukkan kepeduliannya bahkan ikut bertanggung jawab untuk ikut memajukan NTT ini.

Dirinya sangat optimis jika bekerja sama dengan modal pengetahuan yang ampuh, dan memiliki visi yang sama, maka pasti NTT cepat maju.

“Sebenarnya grafik kemajuan NTT sudah nampak, namun hampir tiga tahun ini kita dihantam dengan pandemi  COVID-19. Tetapi bukan berarti kita menyerah. Justru dengan pandemi harus bisa buat kita bisa bangkit, berinovasi, dengan cara apapun untuk bergerak lebih cepat dan maju,” ucapnya.

Sementara Brigjen TNI (Purn) Ivo Betekeneng mengatakan, siap untuk menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk ikut bersama Gubernur membangun NTT, khususnya membangun Lewotana Lembata.

“Sebagai Putera Lembata, yang telah sekian lama bekerja dan mengabdi di luar NTT, kini saatnya saya harus kembali untuk bisa membantu bapak gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi NTT. Kerinduan ini sangat besar dan terjawab hari ini, saya sangat merasakan sukacita karena bapak Gubernur menerima saya. Ini menjadi modal dan spirit luar biasa bagi saya pribadi, untuk bisa bekerja bersama memajukan NTT ini”, ungkap Putera asal Ili Ape Lembata yang terakhir menjabat sebagai Staf Ahli Panglima TNI.

Lulusan AKABRI tahun 1986 ini mengungkapkan komitmen moralnya yang mulia, untuk ikut bertanggung jawab dalam memajukan NTT melalui kontribusi pemikiran dan kerja kerasnya bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Lembata. (HT)