Perkaya Warisan Budaya, Pemprov NTT Gelar Cerita Rakyat

oleh -76 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar lomba cerita rakyat (bertutur) bagi siswa-siswi sekolah dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) tahun 2024.

Lomba yang bertajuk “Meningkatkan budaya baca anak dengan bercerita” ini terdapat 11 kabupaten mengirimkan per perwakilannya untuk memperebut tiket ke tingkat nasional di Jakarta pada tanggal 13 sampai dengan 16 September 2024.

Ke-11 kabupaten tersebut diantaranya Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Sumba Timur, Sumba Tengah Ngada dan Alor yang mengikuti secara daring/virtual sedangkan Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, Rote Ndao dan Kabupaten Flores Timur mengikuti secara luring di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah NTT pada Kamis (13/6/2024).

“Cerita rakyat adalah jendela kekayaan budaya dan nilai-nilai yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam setiap cerita, terdapat hikmah, kearifan, dan pesan moral yang dapat membimbing kita dalam kehidupan sehari-hari,”kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Hildegardis Bria Seran kepada wartawan di ruang kerjanya.

Mantan Kadispora NTT ini menyebut lomba tersebut tidak hanya sekedar ajang kompetisi, tetapi juga untuk menghargai dan memperkaya warisan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kita dan yang terpenting adalah agar anak-anak tidak melupakan sejarah.

“Dalam lomba tahun ini, kita mengambil cerita dari Kabupaten Rote Ndao dengan judul Babala Oli, Kabupaten Ende dengan judul Rahasia Kelimutu dan dari Kabupaten Sumba Barat dengan judul Wulla Bepa,” ujarnya.

Disebutkan bahwa melalui lomba ini, berusaha untuk mendorong minat baca, meningkatkan kemampuan berbicara, serta memperkaya khazanah budaya dan literasi anak-anak.

“Anak-anak peserta lomba, kalian adalah penerus dan pelindung cerita-cerita rakyat yang telah ada sejak zaman dahulu. Melalui suara dan kata-kata kalian, cerita-cerita itu akan terus hidup dan berkembang,” ujarnya.

“Jadi, hari ini adalah kesempatan bagi kalian untuk memperkenalkan cerita-cerita rakyat dari berbagai kabupaten, memperkaya khazanah budaya kita, dan menginspirasi orang lain dengan keindahan dan kearifan cerita-cerita tersebut,” tambah Hildegardis.

Para penutur dinilai tiga dewan juri. Bagi peserta yang juara, akan mewakili NTT ke tingkatan nasional. “Lomba ini merupakan kegiatan tahunan. Untuk itu jangan hanya melihat lomba ini sebagai ajang untuk meraih juara, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menemukan potensi terbaik dalam diri kalian,” tandasnya.

Ia juga menyebut, semangat kompetisi yang sehat adalah kunci untuk meraih kesuksesan, tetapi yang lebih penting lagi adalah pengalaman dan pembelajaran yang kalian dapatkan di sepanjang perjalanan ini. 

“Marilah kita mulai lomba bertutur ini dengan semangat yang tinggi dan harapan yang besar. Semoga semua peserta dapat memberikan yang terbaik dan meraih pengalaman berharga,” pungkasnya. ***