Pelaku UMKM di Kota Kupang Diharapkan Manfaatkan Aplikasi Krealogi untuk Promosikan Usaha Lewat Sosmed

oleh -23 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang diharapkan memanfaatkan aplikasi Krealogi untuk mempromosikan usahanya melalui media sosial (Sosmed) dan lainnya.

berharap usai pelatihan ini, pelaku UMKM bisa memanfaatkan aplikasi Krealogi untuk mempromosikan usahanya melalui media sosial dan lainnya.

“Aplikasi Krealogi ini sangat membantu UMKM untuk berjualan dan promosikan usahanya, bukan hanya di NTT, tapi bisa sampai luar negeri,”kata Tim Krealogi, Mira Seke usai pelatihan UMKM pada Rabu, 23 November 2022.

Mira menjelaskan aplikasi tersebut dapat memberikan kemudahan-kemudahan bagi UMKM dalam berjualan, karena tidak perlu membuat kuitansi manual dan laporan neraca keuangan dimana semua sudah tersedia di aplikasi ini.

“Saat ini semua lini serba digitalisasi media sosial, sehingga UMKM juga bisa manfaatkan,” ujarnya.

Untuk diketahui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT bekerjasama dengan Krealogi digital melatih 20 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang beroperasi di Kota Kupang dan sekitarnya.

“Pelatihan ini dimasudkan agar teman- teman UMKM bisa pasarkan melalui media digital,”ucap Perwakilan Dekranasda, Stef Parera di sela-sela kegiatan itu

Kegiatan pelatihan ini, menurut dia, digelar selama dua hari terkait pemasaran dan perencanaan produksi agar pelaku UMKM bisa mempromosikan usahanya melalui media digitalisasi, seperti media sosial dan lainnya.

“Diharapkan selesai kegiatan ini, pelaku UMKM bisa mempromosikan usahanya melalui Medsos,” jelasnya.

Sementara itu salah satu Pelaku UMKM, Tony Teelshow berterima kasih kepada Dekranasda dan Krealogi yang yang menunjang UMKM, terkhusus pemasaran.

“Momen ini, UMKM lebih banyak dibekali, soal pasaran produk melalui medsos. Banyak keuntungan dr promosi di medsos, karena biayanya lebih murah,” katanya.

Dia berharap usai pelatihan ini ada peningkatan produksi, sebanding dengan peningkayan penjualan produk UMKM.

“Kami berharap kedepan Dekrasnasda, lebih banyak melakukan hal-hal yang lebih praktis, dan menjadi kebutuhan UMKM,” bebernya. (HT)