Pater Fritz Dukung Pemprov NTT dengan Aneka Karya Antologi

oleh -118 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Pater Fritz Meko, SVD, MA akan mendeklarasikan sejumlah karya melalui acara bedah dan launching Buku Sang Mesias serta pameran buku di Aula Hotel Cahaya Bapa Jalan Herewila Kupang Provinsi NTT pada Sabtu, 2 April 2022.

“Ini bukan sekadar deklarasi atau semacam inagurasi karya saya tetapi sesungguhnya saya sangat mendukung Pemerintah Provinsi NTT khususnya kegiatan pengembangan budaya literasi,” kata Misionaris SVD yang sedang studi doktoral di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang ini di pelataran Kantor Gubernur  usai bertemu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Selasa, 29 Maret 2022.

Ikut mendampingi Pater Fritz, bertemu Gubernur VBL yakni Pendeta Dr. Nelman A. Weny, M.Th, Ketua Panitia Jansen Meko dan Seksi Acara, Hendro Prateme. Pembedah Buku selain Pendeta Nelman yang juga staf pengajar pascasarjana IAKN Kupang, kritikus sastra NTT, Drs. Yan Sehandi, M.Si dan Dosen FKIP Undana Kupang, Dr. Marsel Robot, M.Si.

Pater Fritz mengaku, sangat bahagia bisa bertemu dan bertukar gagasan bersama Gubernur VBL.

“Saya sangat bahagia, karena Pak Gubernur berkenan hadir dan akan membuka secara resmi acara bedah, launching dan pameran buku nanti,” ujar Pater Frits, sambil sedikit tersenyum.

Karya yang dihasilkan ini, sebut Pater Fritz bukan sekadar ikut-ikutan tetapi ini karya yang berbeda.

“Ini karya sebagai perpaduan atau kombinasi antara mata bathin dan mata fisik. Jujur Tuhan beri saya kemampuan yang sungguh luar biasa. Dengan acara ini saya seperti didongkel atau dicungkil dari kerangkeng pemikiran yang ada selama ini,” tutur Pater Fritz, yang selama ini berkarya di Surabaya.

Di tempat terpisah, Gubernur VBL mengkritisi peran gereja yang masih ketinggalan dari aspek ilmu pengetahuan.

“Saya senang Pater menulis buku sebagai sumbangan pengetahuan yang dimiliki dan inilah yang sering saya katakan berpikir out of the box. Dan sampai saat ini gereja masih suka berkotbah. Makanya saya bilang sama bapak Uskup, Pastor dan Pendeta untuk tidak lagi berkotbah tetapi mengajar. Karena Tuhan kita Yesus Kristus, selalu mengajar bukan berkotbah. Masa orang bodoh ajar orang pintar. Inilah alasan saya tidak mau masuk gereja,” tandas Gubernur VBL, disambut gelak tawa tim panitia.

Gubernur VBL berharap agar melalui tulisan Pater Fritz dapat mengubah cara berpikir orang NTT tentang Tuhan, dosa,  cara menggereja yang benar dan menghindari dogma yang diciptakan manusia untuk menghambat ilmu pengetahuan.
Pendapat senada diungkapkan Pendeta Nelman.

“Memang gereja masih berpikir dogmatis sehingga masih  sibuk dengan urusan dogma tanpa memikirkan kesejahteraan umatnya,” kritik Pendeta Nelman.

“Memang perlu terobosan dan kerjasama untuk menyadarkan gereja dan umatnya akan pentingnya kemajuan ilmu pengetahuan, pak Gub,” ujar Pendeta Nelman.

Terkait materi bedah buku, Pendeta Nelman mengaku, pihaknya menghindari cara berpikir dogmatis apalagi moralis.

“Saya lebih melihat karya Pater Fritz ini sebagai miniatur antologi. Karena itu, saya lebih menekankan aspek kontemplatif dan reflektif,” katanya.

Audiens yang berlangsung sejam itu ditandai dengan penyerahan Buku SANG MESIAS Antologi Puisi Religi, Undangan, Penyerahan Buku Mutiara Dari Flobamorratass (Aneka Dongeng Masyakarat NTT) karya Yohanes AR.Teme dengan Penulis Prolog Dr. Marsel Robot, MSi, Epilog Pater Fritz Meko, SVD  dan Editor Valerius P. Guru, S.Sos dan foto bersama. (Verry Guru)