Para Sopir Angkot Gelar Aksi Unjuk Rasa di DPRD NTT Tuntut Tarif Dinaikan

oleh -111 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Rencana pemerintah mengalihan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ke pertalite akan berdampak bagi penghasilan para sopir angkutan kota (angkot) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dengan demikian, puluhan sopir angkutan kota Kupang mendatangi dan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi NTT. Mereka pun menuntut agar tarif segera dinaikkan.

Mereka menggelar aksi mogok, menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, yang sering berubah-ubah harga, selama beberapa hari terakhir.

Pemilik angkot di Kota Kupang, Demsi Tase, menjelaskan, pihaknya menggelar aksi mogok, dan mendatangi Kantor DPRD NTT, untuk menyampaikan aspirasi, terkait kenaikan harga BBM jenis Pertalite.

Menurut Demsi, jika harga BBM dinaikan, maka harus dibarengi juga dengan kenaikan tarif angkutan umum.

“Hari ini kami datang untuk sampaikan aspirasi kami. Kalau bisa tarif angkutan ini harus dinaikan. Karena harga BMM berubah sudah dua kali dalam beberapa waktu ini,” jelasnya di Kantor DPRD Provinsi NTT, Rabu 27 Oktober 2021.

Dia menerangkan, BBM jenis Premium yang digunakan sebelum beralih ke Prtalite memiliki harga yang masih relatif murah, yaitu Rp 6.450. Ketika dialihkan ke Pertalite Khusus (PLK) harganya Rp 6.860, dan tiba-tiba naik lagi menjadi Rp 7.250.

“Sehingga usaha angkot kami alami perubahan, dimana penghasilan yang kami dapatkan, hanya bisa digunakan untuk mengisi BBM saja. Jadi kami tidak ada penghasilan,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV DPRD NTT Fraksi Partai PDIP, Vinsen Pata, yang menerima perwakikan massa aksi, mengatakan, sebagai DPRD NTT, pihaknya akan segera menerima dan melanjutkan semua aspirasi yang disampaikan.

“Aspirasinya kita sudah terima, dan akan dilanjutkan ke pemerintah. Kita juga akan membahasnya pada sidang paripurna nanti,” jelas Vinsen Pata.

Selain itu mereka juga menggelar aksi mogok di depan kantor Dinas Perhubungan Kupang. Mereka mendesak pemerintah segera menaikkan tarik angkot dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 untuk siswa sekolah serta mahasiswa, dan Rp 4.000 untuk orang dewasa.

Para sopir mengaku sudah jarang menemukan BBM jenis premium. Mereka pun harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih tinggi karena harga BBM jenis pertalite khusus (PLK) untuk kendaraan umum atau pelat kuning juga sudah naik dari Rp 6.800 per liter menjadi Rp 7.250 per liter.

“Kami datang ke Dinas Perhubungan Kota Kupang karena izin trayek dikeluarkan oleh mereka. Pemerintah harus segera memikirkan ini, sehingga adil,” ujar Ady, salah satu sopir angkot.

Menurut Ady, tarif lama tidak bisa dipertahankan karena biaya operasional angkot sudah naik. “Kalau pemasukan begini tiap bulan kita terima berapa,” protesnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang Bernadinus Mere menjelaskan, harga BBM jenis pertalite akan menembus harga Rp7.650 di seluruh Indonesia. Dia mengaku ikut prihatin dengan kondisi para sopir angkot.

“Apa yang disampaikan oleh teman-teman akan menjadi bahan pertimbangan kami, karena ketika kita lakukan kenaikan itu berdasarkan peraturan wali kota yang didasarkan oleh peraturan gubernur,” jelasnya

Menurut Bernadinus, jika sudah ada peraturan gubernur tentang batas atas dan batas bawah, maka pihaknya akan menindaklanjuti dengan peraturan wali kota untuk penentuan tarif dasar angkutan kota.

“Kami ada penghitungan juga dan ada kenaikan kurang lebih 17 persen. Ini menurut penghitungan kami tapi karena angka-angka seperti ini mesti dalam peraturan wali kota, maka harapan dari teman-teman sopir akan kami kaji dan telaah untuk perubahan tarif angkutan,” tutupnya. (HT)