Oknum Kepsek SD di TTS Nekat Minum Cairan Herbisida Gegara Belum Pertanggungjawabkan Dana BOS

oleh -249 Dilihat

Suara-ntt com, So’e-Seorang oknum Kepala Sekolah (Kepsek) di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten TTS  nekat meneguk (meminum, red) cairan herbisida jenis Noxone.

Oknum Kepsek SD itu nekat minum cairan itu gegara stress akibat belum dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan/penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2023 di sekolahnya.

Peristiwa naas itu terjadi pada Jumat, 26 Januari 2024 di rumah Kepsek SD berinisial JB ini di seputaran Kota So’e setelah dihubungi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten TTS akan dijemput pihak Dinas untuk pertanggungjawaban dana BOS  itu.

Informasi yang diperoleh usai mengkonsumsi herbisida (Noxone, red), JB langsung mengalami muntah-muntah. Beruntungnya saat itu cepat ditemukan oleh kerabatnya yang berada di sekitar rumahnya, dan langsung membantu melarikan  ke RSUD Soe untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Dinas (Kadis) P dan K Kabupaten TTS, Musa Benu yang dihubungi wartawan tim media ini via sambungan telepon selulernya pada Sabtu, 27 Januari 2024 membenarkan informasi hal itu.

Benu menceritakan, pada Jumat (26/01/2024) pagi, dirinya sempat berkomunikasi dengan JB via telepon selulernya bermaksud untuk mengajak JB, agar ikut bersama dengan mobil dinas yang hendak menjemput dirinya ke Kantor Dinas P & K untuk menjelaskan terkait alasan belum diselesaikannya SPJ Dana BOS. Namun, saat itu JB menolak untuk dijemput dengan mobil dinas.

“Tak lama kemudian, kami dapat kabar, bahwa pak JB melakukan percobaan bunuh diri dengan mengkonsumsi herbisida (Noxone, red),” beber Kadis Benu.

Kadis Benu mengaku, memang sejak Selasa (23/01/2024) ada  kebijakan dari Dinas P & K TTS untuk menjemput seluruh Kepala Sekolah yang belum menyelesaikan SPJ Dana BOS Tahun 2023. Menindaklanjuti kebijakan itu, kata Benu pada Jumat, 26 Januari 2024, mobil Dinas P & K hendak menjemput JB, namun  saat itu beliau mati-matian menolak.

“Dia justru malah mengkonsumsi Noxone,” ungkap Musa Benu.

Terkait kondisi JB, Musa mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Kabid yang telah menjenguk JB di RSUD Soe, diketahui kondisi JB mulai membaik pasca dirawat. Kadis Benu selanjutnya membantah informasi tentang kematian JB akibat peristiwa itu.

“Hoax itu informasi yang menyebut JB sudah meninggal. Kondisi beliau mulai membaik saat ini dan sementara dirawat di RSUD Soe,” tegasnya.

Menurut Kadis Benu, berdasarkan informasi yang dhimpun pihak Dinas, pengelolaan dana BOS di sekolah yang dipimpin JB memang bermasalah dan ada temuan pengelolaan/penggunaan dana BOS tidak sesuai mekanisme atau peruntukkannya. Beberapa guru juga mengadukan JB ke Dinas P&K TTS terkait hal itu.

“Beberapa waktu lalu memang ada sejumlah guru yang mengadu terkait pengelolaan dana BOS di sekolah yang dipimpin JB. Makanya kita bermaksud untuk menjemput JB sehingga membantu menyelesaikan SPJ dana BOS. Kita ingin cari jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan itu, tapi beliau tidak datang, malah memilih untuk minum Noxone,”bebernya. ***