ODP di NTT Terus Meningkat Jadi 165 Orang

oleh -21 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Pemerintah Provinsi NTT merilis dan mengupdate total jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Provinsi NTT sebanyak 165 orang atau naik dari sebelumnya 130 orang.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius A. Jelamu merincikan sebaran ODP itu sebagai berikut; Kota Kupang 33 orang, Lembata 5 orang, Manggarai Barat 21 orang, Kabupaten Kupang 4 orang, Sikka 18 orang, TTS 10 orang, Manggarai Timur 6 orang, Flores Timur 2 orang, Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 12 orang, Belu 10 orang, Sumba Barat Daya 13 orang, Ende 8 orang, Manggarai 6 orang, Rote Ndao 6 orang, Sumba Tengah 3 orang, dan Nagekeo 7 orang.

Marius menjelaskan, ODP yang sudah sembuh atau selesai dari pemantuan yakni Kota Kupang dari 43 orang yang sudah atau selesai pemantuan 10 orang dan Kabupaten Sikka yang sudah sembuh atau selesai dari pemantuan 11 orang,

Sementara kabupaten yang sembuh atau selesai dari pemantuan masih nol adalah Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Alor, Kabupaten Malaka, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Ende, Manggarai, Rote Ndao, Sumba Tengah dan Kabupaten Nagekeo.

154 Orang Isolasi Mandiri di Rumah

Pada sisi lain Marius mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, jumlah orang yang sementara isolasi mandiri di rumah secara keseluruhan di NTT sebanyak 154 orang.

Dia menguraikan, pasien yang sementara dirawat di rumah sakit yakni Kota Kupang ada dua orang yang sementara dirawat di rumah sakit dan diisolasi mandiri di rumah 31 orang, Kabupaten Lembata ada dua orang yang dirawat di rumah sakit dan diisolasi mandiri di rumah 3 orang.

Kemudian Kabupaten Manggarai Barat sementara dirawat satu orang dan tadi informasi sudah meninggal dunia dan diisolasi mandiri di rumah 20 orang, Kabupaten Kupang yang dirawat di rumah sakit nol dan sementara diisolasi mandiri di rumah 4 orang, Kabupaten Sikk dirawat di rumah sakit nol dan diisolasi mandiri di rumah 18 orang.

Sementara Kabupaten TTS yang dirawat dirumah sakit nol dan sementara isolasi mandiri di rumah 10 orang, Kabupaten Manggarai Timur yang dirawat di rumah sakit satu orang dan diisolasi mandiri di rumah 5 orang, Kabupaten Flores Timur sedang dirawat di rumah sakit nol dan yang sementara isolasi mandiri di rumah dua orang, Kabupaten Malaka sedang dirawat di rumah sakit satu orang dan sementara diisolasi mandiri di rumah nol.

Untuk Kabupaten Alor kata dia, pasien yang sedang dirawat di rumah sakit satu orang dan sementara isolasi mandiri di rumah nol, Kabupaten Sumba Timur sedang dirawat di rumah sakit satu orang dan diisolasi mandiri di rumah 10 orang. Sedangkan Kabupaten Belu sedang dirawat di rumah sakit satu orang dan sementara isolasi mandiri di rumah 9 orang, Kabupaten Sumba Barat Daya dirawat di rumah sakit nol dan sementara isolasi mandiri di rumah 13 orang.

Begitu pula dengan Kabupaten Ende sedang dirawat di rumah sakit satu orang dan sementara isolasi mandiri di rumah 7 orang, Kabupaten Manggarai dirawat di rumah sakit nol dan isolasi mandiri di rumah 6 orang, Kabupaten Rote Ndao juga dirawat di rumah sakit nol dan diisolasi mandiri di rumah 6 orang.

Sementara Kabupaten Sumba Tengah dirawat di rumah sakit nol dan sementara isolasi mandiri di rumah 3 orang dan Kabupaten Nagekeo sedang dirawat di rumah sakit nol dan diisolasi mandiri di rumah 7 orang.

Pada kesempatan itu, Marius mengimbau masyarakat NTT, khususnya mereka yang masuk dalam kategori ODP agar tetap mengikuti Social Distancing sebagaimana yang ditetapkan oleh WHO.

“Seperti menghindari kerumunan, meniadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan jalani isolasi mandiri di rumah, serta menjaga jarak per individu. Imbauan juga diberikan kepada para pejabat agar untuk sementara ini tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang,” ujar Marius sembari menyetir isi Maklumat Kapolri.

Lebih lanjut kata dia, kebanyakan masyarakat masuk daftar ODP adalah orang-orang yang berkunjung ke negara atau provinsi yang terpapar virus corona. Namun mereka sadar dan pulang langsung cek up ke rumah sakit yang ada.

Disinggung soal rumors yang beredar adanya 1 orang pasien dalam pengawasan atau PDP yang meninggal di Kabupaten Manggarai Barat, Marius menjelaskan yang bersangkutan negatif covid-19.

“Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan ucapan bela sungkawa bagi keluarga almarhum. Yang pasti orang yang meninggal tersebut berstatus PDP. Meninggal bukan karena positif Covid-19. Berdasarkan diagnosis dokter dari Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng yang menangani pasien tersebut, ternyata meninggal karena adanya komplikasi seperti jantung dan lain-lain,” ungkap Marius. (Hiro Tuames/Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)