Mensos Risma Temukan Dana Seroja di TTU Belum Dicairkan

oleh -109 Dilihat

Suara-ntt.com, Kefamenanu-Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini menemukan fakta di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bahwa dana Seroja sebesar Rp 5,210 miliar yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat
(Pempus) belum dicairkan oleh pemerintah setempat.

Dana bantuan bencana dari Pemerintah Pusat itu masih mengendap di rekening Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU.

“Dana bantuan bencana Seroja sebesar Rp 5 miliar lebih dari Pemerintah Pusat ke Pemda TTU belum digunakan, ini menjadi problemnya,”ungkap Risma disela-sela kegiatan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Rabu, 2 Maret 2022.

Risma mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berencana akan membangun ‘Community Center’ di Wini wilayah perbatasan RepubIik Indonesia (RI)-Republik Demokrat Timor Leste (RDTL).

Kunjungan Tri Rismaharini tersebut, merupakan kunjungan kali kedua, setelah sebelumnya Ia juga mengunjungi kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste ini, pasca badai seroja tahun 2021 silam.

Dalam kunjungan perdananya waktu itu, Menteri Sosial RI ini sempat mengucurkan sejumlah dana untuk membangun 20 unit rumah warga desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten TTU, Provinsi NTT yang terkena dampak badai seroja.

Pada kunjungan kedua kali ini, Risma kembali mengunjungi Desa Humusu Wini, untuk memastikan progres pembangunan 20 unit rumah bagi warga korban badai seroja yang didanai dari Kementerian Sosial.

“Ini adalah kunjungan kedua. Kunjungan pertama terjadi satu tahun lalu saat pasca bencana, kami ke sini. Kemudian kami menghitung kerusakan rumah dampak bencana yang mana saat itu sebetulnya jumlahnya hanya sekitar tujuh atau delapan unit. Tapi karena waktu itu saya melihat di sekitar rumah-rumah yang terdampak bencana seroja juga terdapat rumah-rumah lain yang saya lihat tidak layak huni akhirnya kita bantu 20 unit,”ungkapnya.

Menurutnya, rumah yang dibangun didesain untuk tahan gempa dan ramah lingkungan, serta dilengkapi dengan listrik tenaga surya (solarcel) dengan tujuan agar para pemanfaat tidak lagi mengeluarkan biaya untuk membeli pulsa listrik karena rata-rata pemanfaat berasal dari keluarga kurang mampu.

Dalam kunjungan kali ini, Mensos Tri Rismaharini kembali menekankan rencana pembangunan ‘community center’ yang mana didalamnya akan diberikan berbagai fasilitas modern agar anak-anak dan warga sekitar bisa meningkatkan kualitas belajar.

“Fasilitas ‘community center’ kami berikan yang terbaik agar anak-anak di NTT bisa mengakses berbagai informasi untuk pengembangan pendidikan dan pengetahuan. Selain itu, ibu-ibu juga bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengasah kemandirian ekonomi,”ujarnya sambil menunjukkan desain bangunan ‘community center’

Kelengkapan fasilitas di ‘community center’ kata dia, akan menjadi perhatian Kemensos, tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek, namun dalam jangka panjang. ‘Community Center’ ini disiapkan untuk meningkatkan kualitas SDM putra putri NTT.

Di kawasan dekat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) atau pintu perbatasan Indonesia-Timor Leste, yakni PLBN Wini di Kabupaten TTU, itu pula, Kemensos akan melaksanakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Untuk penyiapan ‘community center’ saya sudah mengirimkan surat ke Badan Pengelola Nasional Perbatasan, untuk minta ijin menggunakan lahan ini,”bebernya.

“Kami juga akan mengembangkan pemberdayaan berupa bantuan peternakan seperti peternakan ayam, sapi, kambing, dan tanam sayuran. Saat ini sedang dijajaki juga pengembangan bunga matahari untuk membuat minyak,” tambahnya.

Ia berharap, dengan semua bantuan ini dapat mempercepat kemandirian ekonomi dan masyarakat lepas dari kemiskinan.

Risma juga menekankan bahwa program Kemensos tersebut atas kerja sama dengan berbagai pihak di antaranya adalah dari SCTV, Kompas, kitabisa.com, dan PT. Sido Muncul.

Risma mengungkapkan, untuk pertanian dan peternakan Kemensos menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB). Sedangkan untuk sarana fisik bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain itu, untuk kelengkapan community center, Kemensos menjalin kerja sama dengan PT Telkom dan untuk perpustakaan di dalamnya, bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI. (HT)