Mendagri minta Pemda di NTT Genjot Belanja Pemerintah di atas 30 persen

oleh -152 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Menteri Dalam Negeri (Memdagri), Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk genjot belanja pemerintah di atas 30 persen hingga akhir Juni 2021.

“Kita harus bekerja dengan inovasi, konsisten, tetap kompak sebagai penyelenggara negara bersama TNI dan Polri dan semua komponen masyarakat  agar semua harapan untuk kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Untuk itu belanja pemerintah harus bisa digenjot di atas 30 persen sampai akhir Juni 2021″.

“Dalam krisis pandemi seperti ini, agar target pandapatan dan belanja APBD per tiga bulan, 40 persen, pada triwulan III sudah mencapai kisaran 60-70 persen, sehingga di akhir 2021 telah mencapai 90 sampai dengan 100 persen”, tegas Mantan Kapolri ini saat memberi arahan pada pertemuan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Wali Kota Kupang dan para Bupati se-NTT dalam rangka Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2021, dan Penanganan Pandemi COVID-19, serta Penyerahan Bantuan Masker kepada Pemerintah Provinsi NTT di Aula Utama El Tari Kupang pada Kamis, 3 Juni 2021.

Mendagri mengharapkan dukungan dan kerja keras dari Pemerintah Daerah di NTT agar penyerapan anggaran benar-benar maksimal untuk bisa mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 persen di akhir 2021 nanti.

Dalam kesempatan itu dia memberi apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai yang telah melakukan realisasi belanja APBD sampai menjelang akhir Triwulan II tahun 2021 sebesar 27,62 persen.

Tito mengingatkan kepada jajaran pemerintah daerah di NTT bahwa menjelang  akhir Triwun II Tahun 2021, komitmen untuk tetap bekerja keras dan bersinergi dengan pemerintah pusat sangatlah dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sampai 7 persen di akhir 2021 di tengah Pandemi COVID-19 ini.

Dirinya tegaskan untuk tetap taat terhadap penerapan protokol kesehatan demi menghindari ledakan kasus yang luar biasa, seperti yang telah terjadi di India dan negara-negara lainnya di dunia. Perlu keseriusan semua pihak agar COVID-19 ini, tidak berkepanjangan karena akan berdampak besar dan menyebabkan krisis ekonomi dan krisis sosial berkepanjangan.

Disisi lain, Mendagri sangat memberi dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi NTT, yang telah menjadikan pariwisata sebagai primadona, haruslah tetap ditata dan dikelola dengan baik.

Sementara itu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiakodat dalam sekapur sirihnya menyampaikan selamat datang kepada Mendagri, Tito Karnavian beserta Ibu Try Tito Karnavian dan rombongan untuk kunjungannya di Flomaborata Tercinta.

Dimana NTT, yang dulu diplesetkan dengan Nasib Tidak Tentu, Nanti Tuhan Tolong, kini telah berubah menjadi Nikmat Tiada Tara karena NTT telah menjadi New Tourism Territory di Indonesia.

“Kami bersama Ketua DPRD Provinsi NTT, Wali Kota Kupang dan 21 Bupati se-NTT dan Jajaran Pemerintah Daerah, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari pak Mendagri bersama Ibu Ketua Umum TP. PKK di Provinsi NTT.”

“Sejak saya jadi Gubernur, prime mover ekonominya adalah sektor pariwisata. Dan cara menata pariwisata tentu saya perlu melatih baik pada staf saya di Kantor Gubernur maupun kepada Wali Kota dan para bupati. Pariwisata bila dikerjakan dengan baik maka akan mempunyai lompatan-lompatan ekonomi yang eksperensial berkali-kali ganda. Untuk membangun NTT ke depan, untuk meraih kejayaan pariwisatanya, maka seluruh rantai pariwisata harus mampu disupplay oleh provinsi itu sendiri maka kita bisa menatap NTT semakin sejahtera”, jelasnya.

Berkaitan dengan Penanganan COVID-19 di NTT, Gubernur Viktor menyampaikan bahwa tugas pemerintah adalah mengatur agar masyarakat yang sakit tidak bolah sakit dan yang sakit harus bisa sembuh. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat terkait kesehatan dan kesejahteraan.

Lebih jauh, Gubernur VBL mengatakan, di NTT terjadi defisit, karena NTT adalah daerah yang infrastrukturnya sangat terbatas. Apalagi kalau musim hujan maka daerah-daerah tertentu sangat teriosolir bagikan di dalam penjara. Oleh sebab itu perlu percepatan dan langkah-langkah inovasi dalam membangun NTT.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum TP. PKK/Ketua Harian Dekranas, Ny. Try Tito Karnavian menyerahkan secara simbolis bantuan 64 ribu pcs masker kepada Wakil Ketua TP. PKK Provinsi NTT/Ibu Maria Fransiska Djogo, Bantuan 2 ribu pcs masker kepada Wakil Ketua TP. PKK Kota Kupang/Ibu Elizabeth Man-Rengka, Bantuan Marie Gold sebanyak 2.520 pcs, Marie Susu 150 pcs, Susu Kaleng 32 kaleng, Milna Pemberi Makanan Tambahan sebanyak 260 box dan 2 ribu masker kepada Ketua TP. PKK/Ketua Dekranasda Kabupaten Rote Ndao, Leonard Haning, serta bantuan kepada 11 pengrajin tenun ikat di Kabupaten Rote Ndao, yang diterima oleh Bupati Rote Ndao, Ibu Paulina Haning-Bullu.

Hadir mendampingi Mendagri dalam pertemuan tersebut masing-masing : Ny. Try Tito Karnavian selaku Ketua Umum TP. PKK/Ketua Harian Dekranas, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mohamad Adrian, Kepala Puspen Kemendagri, Benni Irwan  dan Karo Administrasi Pimpinan Kemendagri, Andi Ony, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT, Josef Adreanus Nae Soi bersama Ny. Maria Fransiska Djogo, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia J. Nomleni, Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing,  Jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Ketua TP. PKK/Ketua Dekranasda Kabupaten Rote Ndao, Leonard Haning dan Wakil Ketua TP PKK/Wakil Ketua Dekranasda Kota Kupang, Elizabeth Man-Rengka dan sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT. (HT)