Masih Banyak Media Massa di NTT Salah Memilih Diksi dalam Karya Jurnalistik

oleh -20 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Sejauh ini media massa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masih banyak ditemukan kesalahan pada pemilihan ejaan dan diksi dalam sebuah karya jurnalistik.

“Banyak media massa di NTT baik media cetak, media elektronik atau media daring (online) masih kita temukan salah memilih ejaan dan diksi dalam membuat sebuah berita,” kata Christina Terentje Weking ketika membawa materi soal kesalahan penggunaan ejaan dan diksi pada media massa di Hotel Amaris Kupang, Rabu (18/3/2020).

Christina meminta agar media massa yang ada untuk memilih ejaan dan diksi yang tepat dan benar khususnya media daring (online).

Dia mengatakan, pemilihan ejaan atau kata itu harus melihat ketepatan, kecermatan dan keserasian.

Ia menjelaskan, wartawan media daring dalam menulis berita harus menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu juga menggunakan kata yang tepat agar mudah dipahami oleh para pembaca.

30 Media Daring di Kota Kupang Ikut Penyuluhan Bahasa Indonesia

Sedikitnya 30 orang wartawan media daring (online) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengikuti penyuluhan penggunaan bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sementara itu, Salimolloh Tegar ketika membawa materi soal kesalahan struktur kalimat bahasa Indonesia meminta wartawan media daring, agar dalam mempublikasikan sebuah berita harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti oleh masyarakat.

Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan tersebut penulisan berita media daring di NTT dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Para wartawan yang mengikuti kegiatan ini, terlihat semangat dan aktif mengikuti materi yang disampaikan oleh narasumber.

Materi yang dipaparkan oleh para narasumber mudah dicerna dan dimergerti oleh peserta karena bahasanya begitu praktis dan luwes sehingga suasananya begitu asyik dan tidak kaku.

Untuk diketahui bahwa kegiatan itu digelar dari tanggal 18 sampai dengan 20 Maret 2020. (Hiro Tuames)