Manajemen Bank Sulselbar Kagum dengan Digitalisasi SBS Bank NTT

oleh -105 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Manajemen PT. Bank Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) merasa kagum dengan sistem Digitalisasi Smart Branch System (SBS) yang diterapkan Bank NTT.

Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Divisi Digitalisasi dan Layanan Bank Sulselbar, Andryani mengaku kagum dengan perkembangan digitalisasi Bank NTT. Pihaknya tidak menyangka, bahwa Bank NTT telah menerapkan tekonologi digital yang sangat efektif untuk memudahkan layanan bagi para nasabahnya.

“Sama sekali tidak menyangka dan diluar ekspetasi kami. Karena hampir sebagian besar pelayanan sudah dialihkan ke sistem layanan digital, dan ini sangat bagus menurut saya,” kata Andriani kepada wartawan di Bank NTT pada Rabu 9 Februari 2022.

Adriani mengatakan, tujuan bersama rombongan datang ke NTT adalah untuk melakukan studi banding terkait Digital Smart Branch, serta fasilitas yang diberikan Bank NTT kepada nasabahnya.

“Seiring diskusi yang dilakukan, ternyata banyak sekali hal yang kami pelajari dari Bank NTT. Salah satunya Smart Branch Sistem (SBS), kearsipan, dan masih banyak lagi yang kami pelajari,” ujarnya.

Dikatakan, Direktur Bank Sulselbar sudah merekomendasikan sejak tahun 2021 lalu, untuk melakukan studi banding di Bank NTT, karena ia menilai bank kebanggaan rakyat NTT itu telah berinovasi pesat, dengan menerapkan sistem digitalisasi.

Selain itu, Bank NTT dipilih sebagai tempat studi banding karena kedua bank merupakan milik Pemerintah Daerah, dan memiliki kemiripan profil bank. Modal dan aset yang dimiliki kedua bank pun tidak jauh berbeda.

“Itu yang menjadi alasan kami untuk memilih Bank NTT sebagai tempat untuk melakukan studi banding. Tetapi pada intinya, kami datang kesini untuk belajar perkembangan teknologi yang dimiliki Bank NTT,”ungkapnya.

Dia menilai gebrakan dan inovasi yang dilakukan Bank NTT saat ini  sangat baik, di mana bank itu telah melaksanakan festival di sejumlah desa binaannya.

Lebih lanjut kata dia, pelayanan Bank NTT kepada masyarakat di desa-desa saat ini telah menghapus penilaian bahwa bank daerah bukan lagi milik PNS dan pemerintah, tetapi sudah jadi milik masyarakat

“Fokus kami sebenarnya ke Smart Branch Sistem. Tetapi dalam diskusi, ternyata Bank NTT sudah melaksanakan festival desa binaan, bahkan mereka ingin lakukan festival PAD,” jelasnya.

“Kami sangat tertarik untuk mempelajarinya. Karena program desa binaan juga pernah diarahkan oleh direkrur kami untuk membuat satu contoh desa binaan, yang memiliki UMKM, serta pemberdayaan UMKM dan digitalisasi,” tandasnya.

Untuk diketahui Bank Sumselbar melakukan studi banding ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank NTT untuk belajar Digitalisasi Smart Branch, serta inovasi lain yang tengah dilakukan oleh Bank NTT. Dimana Smart Branch System merupakan gagasan dari Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, yang berkomiten dan fokus untuk menciptakan layanan perbankan berbasis digital.

Alhasil, Bank NTT yang merupakan bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur itu, kini sudah bertransformasi, dan sukses menerapkan layanan berbasis digital di Kantor Cabang Khusus (KCK) dan Kantor Cabang Utama (KCU).

Sementara itu Kepala Divisi Rencorsec dan Legal Bank NTT Endri Wardono mengatakan, pihaknya sangat senang dan bangga, karena dari sekian banyak bank, mereka lebih memilih Bank NTT untuk melakukan studi banding terkait Digitalisasi Branch.

“Kami bersyukur dan bangga, karena kita di NTT yang dibilang daerah minus, tetapi ternyata nuansa teknologinya lebih maju dari daerah lain. Karena kita memiliki pemimpin yang memiliki visi, digitalisasi dan pemulihan ekonomi masyarakat yang berbeda,” jelasnya.

Menurut Hendri, Bank Sulselbar memilih sudi banding ke Bank NTT, karena mereka berpandangan bahwa Bank NTT telah berinovasi ke Digital Smart Branch sejak 17 Juli 2021 lalu, sehingga mereka tertarik untuk bertransformasi menjadi salah satu Smart Bank, dengan menerapkan sistem pelayanan digital.

“Kita dipercaya untuk melakukan studi banding. Tetapi tidak boleh lengah dengan capaian Bank NTT saat ini. Tentu kedepan kita ingin mengembangkan yang lebih bagus lagi,” ungkapnya.

Manajemen Bank Sulselbar mempelajari banyak hal dari Bank NTT, terkait inovasi sistem digitalisasi. Dimana mereka pelajari proses awal menjadi Smart Branch, serta proses perizinan yang merupakan bagian penting yang harus diperhatikan.

“Mereka belajar mulai proses awal menuju Smart Branch, fasilitas yang dipersiapkan, mulai mesin, serta perizinan yang sangat penting dan konsen yang harus dilakukan teman-teman dari Bank Sulselbar,” ungkap Hendri.

Ia menambahkan, manajemen Bank Sulselbar menawarkan agar Bank NTT melakulan kunjungan studi banding ke Makasar, untuk mengetahui persyaratan dan proses menuju Bank Devisa.

“Karena mereka sudah duluan menerapkan Bank Devisa pada tahun 2019 lalu. Dan kita memang harus pelajari banyak hal untuk menjadi Bank Devisa. Mereka juga berharap rencana Bank NTT menjadi Bank Devisa berjalan baik dan lancar,” tandasnya.

Pantauan media, pertemuan itu dihadiri langsung oleh Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT, Hilarius Minggu dan Direktur Kepatuhan Christofel Adoe bersama jajaran Kepala Divisi dan staf Kantor Pusat Bank NTT.

Usai pertemuan di lantai V Kantor Pusat Bank NTT, rombongan manajemen Bank Sulselbar bersama para Kepala Divisi Bank NTT langsung menuju KCK dan KCU serta Kantor Arsip untuk mempelajari digitalisasi Smart Branch dan fasilitas digital yang dimiliki Bank NTT. (Hiro Tuames)