Kopdit Pintu Air Diminta Terlibat dalam Budidaya Benur

oleh -99 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta Kopdit Pintu Air untuk terlibat dalam pembudidayaan bayi lobster atau benur.

“Kita punya banyak benur ini di seluruh NTT. Harga satu benur bisa capai lima ribu rupiah. Ini tentu sangat membantu perekonomian masyarakat. Kita akan datangkan orang-orang yang terampil untuk melatih anggota Kopdit Pintu Air dan Kopdit lainnya supaya mampu lakukan budidaya benur.  Untuk pakan bayi lobster ini, kita bisa budidayakan keong atau siput  yang umumnya dianggap sebagai hama di sawah. Kita sedang kembangkan ini di Rote Ndao. Kita bisa jadi salah satu daerah penghasil lobster terbesar,”kata Gubernur VBL ketika beraudies dengan Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air Yakobus Jano bersama sejumlah pengurus Kopdit Pintu Air di ruang kerjanya pada Selasa, 18 Januari 2022. 

Gubernur VBL memberikan apresiasi terhadap upaya-upaya konkret yang dilakukan Kopdit Pintu Air untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang riil.

“Terima kasih Kopdit Pintu Air. Gerakan-gerakan sektor riil seperti ini sangat membantu pemerintah. Karena untuk dorong sektor swasta bergerak seperti ini di NTT sangat berat. Yang paling dominan selama ini adalah pemerintah yang kerjakan semuanya. Seharusnya Pemerintah (cukup) berperan sebagai fasilitator yang mengatur dan mendorong dari belakang.  Pintu Air dan Kopdit lainnya yang telah lakukan ini,  sangat membantu pemerintah,” jelas Gubernur VBL dalam kesempatan tersebut.

Menurut Gubernur VBL, dengan latar belakang ini sebenarnya di NTT tidak cocok untuk yang namanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hampir tidak ada BUMDes yang punya prestasi gemilang  dan luar biasa maju di NTT.

“Saya sudah mengusulkan ini ke Pemerintah Pusat. Untuk NTT, ganti itu BUMDes dengan Koperasi. Karena kita berhasil di NTT dengan koperasi. Atau cara lainnya,  koperasi memiliki saham terbesar di BUMDes sehingga bisa berkembang dengan baik,” ungkap Gubernur VBL.

Dalam kesempatan tersebut,  pengurus Kopdit Pintu Air meminta kesediaan Gubernur untuk meresmikan SPBU Milik Kopdit tersebut di Nita, Kabupaten Sikka.

Sementara itu Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano mengemukakan Koperasi Pintu Air telah mengembangkan 10 usaha di sektor riil antara lain; membangun fasilitas pengolahan minyak goreng, garam yodium, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), air minum kemasan, kehutanan dan holtikultura.

Tawaran Gubernur untuk budidaya benur dan pakannya tentu menjadi peluang usaha sektor riil baru.

“Kami berharap bapak Gubernur dapat menghadiri peresmian SPBU Pintu Air. Kami juga siap untuk memfasilitasi anggota kami untuk budidaya benur dan pakannya,” jelas Yakobus Jano.

Menurut rencana, Peremian SPBU Nita milik Kopdit Pintu Air tersebut akan dilakukan pada akhir Februari bersamaan dengan rencana kunjungan Kerja Gubernur ke Flores Bagian Timur. (HT)