Kasus Penikaman Kepala Sekolah SDI Ndora tidak Boleh Terjadi lagi di NTT

oleh -133 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Kasus penikaman Kepala Sekolah SDI Ndora oleh orangtua siswa di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak boleh terjadi lagi di NTT.

“Kasus ini harus menjadi kasus pertama dan terakhir kali terjadi di NTT,” kata anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, Emanuel Kolfidus kepada media ini di ruang Komisi V DPRD Provinsi NTT pada Rabu, 9 Juni 2021.

Eman mengatakan, peristiwa penikaman yang dilakukan oleh orangtua murid/siswa di Nagekeo sangat mengagetkan dan memprihatinkan.

“Seumur hidup dan perjalanan saya sebagai anggota DPRD Provinsi NTT baru pertama kali kita mendengar berita seperti ini dan kita sangat prihatin dengan kejadian ini,”ungkapnya.

Dikatakan, sebenarnya permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan sangat mudah namun yang bersangkutan mengambil jalan pintas. Dan informasi terakhir ibu Kepala Sekolah sudah meninggal dunia.

“Kita mendoakan arwah beliau bisa diterima disisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan bisa diberi kekuatan dan penghiburan. Dan jajaran di sekolah tersebut mengalami shock yang luar biasa dengan adanya kejadian itu,”ujar Politisi dari PDI-Perjuangan ini.

Dirinya meminta semua pemangku kepentingan pendidikan memperhatikan kejadian tersebut secara serius dan semoga menjadi pertama dan terakhir kali.

Dijelaskan, guru adalah pahlawan tanpa jasa dan pengabdian yang luar biasa. Namun kesejahteraan mereka belum begitu baik akhirnya harus menanggung segala resiko dan menjadi korban kekejaman dari orangtua siswa.

“Ini membuka mata kita semua mulai dari menteri, pelaku pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sampai pada tingkat masyarakat untuk buka mata dan melihat kejadian ini.”

“Kejadian ini harus menjadi pertama dan terakhir kali dan tidak boleh terulang lagi,” pungkas Ketua Bapemperda DPRD Provinsi NTT ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi mengatakan, sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Provinsi NTT pihaknya menyayangkan situasi yang terjadi seperti itu. Padahal ada ruang diskusi, dialog dan materi lain sangatlah terbuka.

“Kita ikut berprihatin duka yang melanda sektor pendidikan. Ini menjadi wewenang bersama dalam permasalahan ini. Jadi situasi pendidikan kita bukan bicara soal kewenangan lagi tapi kita bicara soal permasalahan yang dialami oleh guru. Ini mudah-mudahan pak Kadis Pendidikan Kabupaten Nagekeo bersama jajarannya bisa mencermati permasalahan ini secara komperhensif dan memberikan solusi juga pemulihan harkat dan martabat kepada yang bersangkutan,”katanya.

Dikatakan, dengan adanya kasus tersebut menjadi pembelajaran bagi sektor pendidikan dan harus dicermati secara baik, arif dan bijaksana lalu dicarikan solusinya.

“Jadi diatas Kepala Sekolah ada Kepala Dinas kemudian diatas Kepala Dinas ada Sekda dan Bupati sehingga saluran-saluran ini harus dilakukan dengan baik,” ujarnya.

Untuk diketahui bahwa gegara uang Komite belum dibayar Kepala Sekolah SDI Ndora, Delvina Azi
‘ditusuk’ alias ditikam orangtua murid pada Selasa, 8 Juni 2021 pagi.

Aksi kekerasan fisik terhadap kepala Sekolah SDI Ndora, Delvina Azi itu karena diduga terkait biaya uang komite yang belum dibayar oleh salah salah satu orang tua siswa berinisial DD.

Peristiwa tersebut terjadi saat ujian sekolah sedang berlangsung. Siswa yang sedang ujian berhamburan keluar, menangis histeri dan pulang ke rumah masing-masing.

Begitu pula para guru dan pegawai yang saat itu sedang sibuk melaksanakan ujian, menghindar dan menangis.

Atas kejadian ini, Kepsek SDI Ndora mengalami luka tikam di perut bagian kanan dan sedang ditangani secara medis di Puskesmas Nangaroro.

Wakil Kepala SDI Ndora, Antonius Geo menceritakan, bahwa kejadian itu saat beberapa guru sedang sibuk persiapan ujian di ruang guru.

Orang tua siswa berinisial DD kemudian datang dan berdiri di pintu masuk lalu bertanya alasan memulangkan anaknya dan tidak ikut ujian.

Pelaku yang saat itu sedang memegang sebilah pisau lalu menunjuk-nunjuk para guru. Beberapa guru mencoba menenangkan pelaku dan mengarahkan untuk duduk di samping kanan Kepsek Delvina.

Saat itulah, lanjut Antonius, pelaku langsung menusuk Delvina di bagian perut sebelah kanan. Pelaku pun berupaya menyerang beberapa guru, namun berhasil diamankan.

Dia mengatakan pihaknya kemudian menginformasikan kejadian itu kepada pihak polisi Polsek Nangaroro.

Sementara Kapolsek Nangaroro, Iptu Sudarmin Syafrudin mengatakan, terkait kornologis kejadian itu, pihaknya belum bisa menjelaskan karena masih mengambil data di tempat kejadian.

“Terkait kornologis saya belum bisa jelaskan. Karena anggota masih di TKP. Apa lagi kita juga belum periksa korban dan terduga pelaku,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa korban saat ini sudah ditangani oleh tim medis di Puskesmas Nangaroro. Sedangkan pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Nangaroro. (Hiro Tuames)