Hilangkan Ego, Saatnya Bersatu Tangani Bencana di NTT

oleh -113 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Semua instansi yang menangani bencana di Provinsi NTT diminta untuk tidak ada ego sektoral atau berdiri sendiri-sendiri namun harus bersatu padu dan berkolaborasi dalam menangani bencana di NTT.

“Diharapkan jika terjadi bencana lagi kita sudah siap menghadapinya sehingga masing-masing instansi tidak boleh berdiri sendiri dan tidak ada lagi ego sektoral disana,” kata Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VII Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Heribertus Yudho Warsono kepada wartawan usai Apel Siaga Bencana Cuaca Ekstrim di Lapangan Polda NTT pada Jumat, 18 Pebruari 2022.

Heribertus Yudho Warsono mengatakan, dengan adanya koordinasi dan kolaborasi tersebut diharapkan outcome diperoleh lebih bagus lagi karena semua biasa merasakan, melihat dan menyaksikan. 

“Hari ini (18 Pebruari 2022, red) TNI/Polri dan instansi terkait yang menangani masalah bencana bahwa kita siap untuk menghadapinya. Dari pengalaman tahun lalu kita sudah tahu bencananya seperti apa sehingga kita siap untuk menghadapinya”.

“Dan salah satu kegiatan yang kita lakukan adalah apel ini untuk mengetahui persiapan kita baik dari segi personil maupun peralatan serta prosedur yang nanti kita gunakan,”ungkapnya didampingi
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Ambrosius Kodo dan Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi NTT, Cornelis Wadu.

Dikatakan, NTT merupakan daerah kepulauan tentunya peran dari angkatan laut bersama unsur-unsur maritim yang ada di NTT selalu siaga untuk mengatasi masalah itu.

“Tadi kita sudah bicarakan soal masalah komunikasi karena banyak pulau di NTT sehingga susah untuk komunikasi sehingga kita akan gunakan komunikasi yang saat ini dimanfaatkan oleh masyarakat maupun TNI/Polri di daerah-daerah dan orari yang ada organisasi itu. Kalaupun tidak ada nanti kita berupaya mengaktifkan kembali orari maupun rafi untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam hal info awal terjadinya bencana sehingga tanggap  segera untuk memberikan tindakan-tindakan seperlunya,”ucapnya.

Dijelaskan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan semua stackholder yang ada untuk mengatasi bencana yang ada.

“Kita biasa melihat bahwa institusi TNI/Polri ataupun Forkompinda dan instansi terkait masalah bencana kita sudah bisa bekerja dengan baik. Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi,”jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, sejauh ini sarana prasarana yang ada sudah cukup memadai.

“Peralatan yang kita tampilkan pada hari ini adalah peralatan yang bisa dibawa. Dan tentu masing-masing satuan mempunyai alatnya tersendiri,”pungkasnya. (Hiro Tuames)