Gubernur NTT Minta Pihak Gereja Berpartisipasi Aktif dalam Penanganan Stunting

oleh -139 Dilihat

Suara-ntt.com, So’e-Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta pihak gereja berpartisipasi secara aktif dalam penanganan Stunting di NTT.

Dengan demikian, peran gereja sangat dibutuhkan dalam membangun generasi cerdas dan hebat menjadi sumber daya manusia unggul dan berkualitas.

“Peran gereja dan jemaatnya harus terus menghasilkan generasi yang cerdas dan unggul. Ini adalah langkah untuk membangun daerah dengan kehadiran generasi sumber daya manusia yang berkualitas agar bermanfaat bagi daerah dan juga bagi kehidupan banyak orang,”kata Gubernur NTT dalam sambutannya pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor dan Pastori Klasis Soe Timur yang terletak di Desa Nulle Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Jumat 03 Pebruari 2023.

“Kita bersyukur atas Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kantor dan Rumah Pastori Klasis Soe Timur ini. Gedung ini harus menjadi simbol perjuangan, simbol kecerdasan, simbol martabat dan pelayanan. Jadi dari gedung ini orang-orang melihat simbol-simbol martabat kualitas pelayanan Kristus,” tambahnya.

“Saya tekankan agar pelayanan yang kita lakukan juga adalah melayani masyarakat sekitar dengan mencetak generasi yang hebat melalui penanganan stunting. Ini sangat penting bagi masa depan dan kemajuan daerah ini. Pentingnya melakukan pendampingan bagi Ibu hamil dan menyusui, serta asupan makanan bagi bayi serta pola asuh orang tua kepada anak. Gereja harus berpartisipasi aktif bergerak dalam penanganan stunting,”ungkapnya.

Gubernur menjelaskan juga dalam wujud nyata menciptakan anak-anak berkualitas dan cerdas tentunya butuh kolaborasi dari semua pihak.

“Pentingnya membangun kolaborasi adalah kita membangun tim kerja yang solid dengan kesatuan gerak untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Jangan kerja sendiri-sendiri. Sinergitas dan pola kerja kolaboratif untuk membawa kesejahteraan bagi banyak orang. Ini sejalan dengan visi Yesus Kristus yaitu membawa damai sejahtera,”harapnya.

“Yesus sudah mengajarkan kolaborasi melalui apa yang diucapkannya yaitu ‘Akulah pokok anggur, kamulah rantingnya, Bapakulah pengusahanya. Kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku’. Jadi Yesus terus mendorong kita untuk tidak bekerja sendiri melainkan kerja bersama atau kolaboratif. Maka untuk melayani banyak orang melalui pencegahan stunting untuk menghasilkan anak-anak yang cerdas, berkualitas, hebat, unggul sehingga menjadi sumber daya manusia yang membawa kemajuan maka kita harus kolaborasi mulai dari gereja, tokoh agama, jemaat dan masyarakat, pemerintah serta lembaga terkait lainnya,”tandasnya.

“Dengan kerja kolaborasi maka kita ciptakan supertim yang tidak terkalahkan. Apapun tantangannya pasti dapat kita lewati menuju kemajuan. Kita juga selalu bersama untuk melakukan perubahan dan inovasi lainnya. Kita berpikir untuk kemajuan bersama menuju kesejahteraan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Timor Tengah Selatan Egusem Pieter Tahun juga mengharapkan agar melalui peletakan batu pertama pembangunan yang sejak awal sudah baik ini dapat terus dipertahankan agar tahun depan dapat diresmikan bersama.

“Pembangunan ini kita start bagus, dan kita harapkan ke depannyaa dapat terus berjalan lancar dan baik sehingga dapat digunakan. Jadi kami berharap, baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten TTS sendiri, nantinya melalui kegiatan peletakan batu pertama hari ini, kedepannya pembangunannya dapat berjalan dengan baik dan masyarakat juga sudah bisa menikmatinya. Berbagai kegiatan terkait dengan kegiatan gereja lainnya juga bisa berjalan dengan baik khususnya di wilayah Klasis Soe Timur ini,” tambah Bupati Egusem.

Setelah selesai acara peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor dan pastori Klasis Soe Timur tersebut, Gubernur VBL beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Niki-Niki Kecamatan Amanuban Tengah untuk meninjau lokasi UPT Puskesmas Niki-Niki. Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyerahkan Akta Lahir kepada orang tua 3 bayi yang baru lahir di UPT Puskesmas Niki-Niki. (HT)