Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang Kunjungi Tujuh Titik Lokasi Bencana Seroja

oleh -112 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Walikota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore mengunjungi tujuh  titik lokasi pengungsian dan daerah lokasi bencana akibat Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang pada Senin, 12 April 2021.

Ke-7 lokasi yang dikunjungi itu antara lain; Posko IV Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM),  Kampung Amanuban Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo, Gereja GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa, SD Inpres Labat Kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja, Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen, Lorong Jati Kelurahan Manutapen dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Air Nona, Kelurahan Naikoten I Kecamatan Kota Raja.

Gubernur Viktor meminta warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana agar mau direlokasi.

“Bagaimana semua sehat ko, “tanya Gubernur saat menyambangi pengungsi di Gereja GMIT Kaisarea, BTN Kolhua Kota Kupang.
“Sehat bapa,” jawab pengungsi serempak.

Gubernur juga meminta kesediaan para pengungsi untuk direlokasi supaya lebih aman dan nyaman ke depannya.

“Yang (rumahnya) rusak berat dan yang ada di (sekitar) daerah aliran sungai,  keputusan Pemerintah Kota Kupang akan direlokasi. Tinggal di tempat yang lebih bagus, rumahnya dibangun oleh Pemerintah. Pindah ke situ. Semua disiapkan dengan baik. Kalau sudah tinggal di situ, nanti saat hujan lebat,  tidak ada kekuatiran yang berlebihan lagi. Setuju (untuk relokasi) toh, ” tanya Gubernur VBL.
“Setuju,” jawab para pengungsi dengan penuh semangat.

Dia menegaskan, yang direlokasi adalah mereka yang tinggal di daerah yang tidak layak  lagi dan punya resiko tinggi untuk dihuni di Kota Kupang.

“Hari rabu ini (14/4/2021), waktu paling terakhir (batas akhir) untuk verifikasi  lahannya yang harus clear dan clean. Dan juga jumlah kepala keluarga (kk) yang direlokasi harus jelas sehingga data secepatnya dikirimkan ke Pemerintah Pusat untuk segera ditangani. Karena dana untuk pembangunan rumah berasal dari Pemerintah Pusat,” kata Gubernur Viktor.

Dijelaskan,  sambil menunggu pembangunan rumah di lokasi relokasi, Pemerintah Pusat khususnya dari BNPB siapkan dana bagi masyarakat yang akan direlokasi ini untuk sewa tinggal di rumah-rumah kerabat atau keluarga.

“Hal ini untuk hindari penyebaran COVID-19 kalau tinggal di tempat pengungsi dalam waktu lama. Besaran biaya sewa ini adalah 500 ribu rupiah per kk,” jelas Gubernur VBL.

Khusus untuk yang rusak ringan, lanjut Gubernur Viktor, Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi akan memberikan bantuan secepatnya sehingga masyarakat yang ada di tempat pengungsian segera menempati rumahnya kembali.

“Yang rusak-rusak ringan agar kita langsung memberikan bantuan baik seng, paku maupun kayu agar mereka segera kerjakan (perbaiki) sehingga mereka bisa kembali ke rumahnya minggu ini, ” jelas Gubernur Viktor. (HT)