Gubernur NTT Apresiasi Inovasi BKD dalam Tingkatkan Kualitas Pelayanan bagi ASN

oleh -148 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberi apresiasi kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT dan seluruh jajaran yang membuat sebuah inovasi atau terobosan untuk meningkatkan kemajuan kualitas pelayanan seluruh aparatur sipil negara (ASN) pada lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Dalam arahannya, Gubernur Viktor mendorong seluruh ASN Pemprov NTT mengimbangi pergerakan kemajuan dunia dan tekhnologi.

“Dunia makin bergerak maju. Cara penilaian untuk menduduki jabatan tidak seperti dulu, asal dekat dengan Gubernur bisa jadi apapun walaupun kurang berkompeten. Sekarang tidak bisa karena dengan kemajuan teknologi, ada simulasi-simulasi yang bisa memprediksi untuk yang bersangkutan bisa ditempatkan/dipromosikan sesuai hasil test psikologi, kualifikasi, basis kerja dan kompetensi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Dalam hal ini model yang dipakai yakni Assessment Center yang dimiliki NTT,” kata Gubernur Viktor saat peresmian Assessment Center dan Launching Penilaian Kompetensi Berbasis Computer Assisted Test
(CAT) di Gedung El Tari Kupang pada Senin, 4 Oktober 2021.

“Dengan peresmian ini, kita wajib menunjukan pada provinsi luar bahwa kehadiran ASN NTT di level nasional atau dimana pun karena kita punya kemampuan yang dapat dibanggakan. Kita mesti dilihat berbeda dari sisi kelembagaan, SDM asesornya,”katanya.

Dengan adanya dukungan terhadap upaya berbasis teknologi informasi yang telah dan sedang dilakukan untuk membuat penilaian lebih efektif, efisien, terintegrasi, dan masif.

“Kemampuan memanfaatkan teknologi informasi untuk memperlancar pekerjaan merupakan salah satu jenis kompetensi yang wajib dikuasai di abad ini. Dengan melakukan penilaian berbasis Computer Assisted Test, saya berharap AC bisa menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan literasi digital di kalangan masyarkat, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara. Pelayanan tentu akan menjadi lebih murah, mudah, cepat, dan transparan jika kita menggunakan teknologi informasi,” ungkapnya.

Gubernur juga meminta seluruh ASN agar tidak resisten terhadap perubahan, melainkan terus berinovasi dan melakukan peningkatan kapasitas (upsklilling dan reskilling) secara berkelanjutan. 

“Kepada seluruh ASN, saya ajak untuk adaptif dan bahkan proaktif dalam merancang dan menerapkan perubahan di lingkungan kerjanya masing-masing.Minimal merancang perubahan untuk dirinya sendiri. Jangan berharap merubah dunia, kalau kita belum mampu merubah diri kita sendiri,”ucapnya.

“Kompetensi erat kaitannya dengan kompetisi. Jika kita tidak membekali diri dengan kemampuan-kemampuan untuk mengadaptasi perubahan, maka kita akan menjadi ‘the useless generation’; bukan the golden generation yang diharapkan mampu menciptakan birokrasi berkelas dunia dan Indonesia Emas 2045,” harapnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa untuk mengejar berbagai ketertinggalan dan menempatkan diri dalam posisi yang sejajar dengan provinsi lain bukanlah hal yang mudah. Ini sebuah lompatan besar yang butuh kerja keras, kerja cerdas dan kerja sama.

“Saya ajak kita semua untuk hilangkan ego sektoral, melainkan perbanyak kerja-kerja kolaboratif lintas bidang, lintas sektor, lintas instansi. Dalam berbagai kesempatan, saya selalu tegaskan bahwa untuk membangun NTT ini, tidak tidak butuh superman tapi butuh supertim yang solid dan kuat. Membangun ghetto (sekat) atau komunitas yang tertutup hanya akan menghasilkan kekerdilan, namun membuka diri terhadap kerja sama akan menghasilkan pertumbuhan dan kemajuan,”bebernya. (HT)