Gereja Diminta untuk Berdayakan Masyarakat dan Optimalkan Lahan Kosong

oleh -129 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta pihak gereja untuk terlibat aktif dalam upaya pemberdayaan jemaat atau masyarakat. Selain itu mendorong dan memotivasi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan kosong.

“Saya terus dorong gereja untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana memanfaatkan lahan-lahan yang kosong agar jemaat bisa diberdayakan secara lebih baik sehingga ekonomi umat semakin membaik dan bisa berkontribusi  bagi pembangunan gereja,”kata Gubernur VBL saat menerima audiensi Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik bersama beberapa utusan dari GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang pada Rabu, 9 Pebruari 2022.

Menurutnya, gereja tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan gedung gereja yang megah, sementara ekonomi jemaat masih terbelakang dan miskin. Karena pemerintah siap memfasilitasi pemanfaatan lahan kosong ini.

“Benihnya kita siapkan. Begitu juga dengan pupuknya. Pengusaha juga kita datangkan. Bayangkan saja misalnya satu hektar tanah ditanami jagung dan hasilkan misalnya enam ton. Kita ambil harga satu kilogram misalnya Rp  3.000 saja maka akan hasilkan Rp 18 juta. Dipotong biaya operasional,  petani bisa dapatkan untung bersih sekitar Rp. 14 juta dalam 100 hari. Tentu ini akan berdampak juga bagi pengembangan gereja kalau masyarakat sejahtera,”ungkapnya.

Lebih lanjut kata dia saat musim penghujan seperti sekarang,  air pasti melimpah. Tidak ada alasan untuk tidak mengolah lahan.

“Banyak tanah yang masih dibiarkan kosong saat musim begini. Harusnya orang bisa panen banyak. Saya minta semua harus terlibat. Gereja harus motivasi dan dorong masyarakat untuk optimalkan lahannya supaya hidup mereka terangkat. Silahkan berkoordinasi dengan dinas pertanian,  peternakan dan perikanan agar semuanya bisa berjalan baik,” kata Gubernur VBL.

Dia mengungkapkan  diperlukan kerja kolaboratif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. 

“Bank NTT kita libatkan,  pengusaha kita datangkan,  lembaga pendidikan kita libatkan, gereja serta lembaga keagamaan kita dorong untuk terlibat aktif. Kerja kolaborasi seperti ini merupakan kekuatan kita untuk memberdayakan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu,  Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik  mengungkapkan GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale mengundang Gubernur untuk hadir pada acara Peletakan Batu Pertama  Pembangunan Gedung Gereja pada 24 April mendatang.

“Kami membangun gedung gereja baru karena gedung yang lama sudah sangat tua dan mulai rusak serta tidak dapat menampung jumlah jemaat yang semakin banyak, ” jelas Pendeta Ani.

Terkait dengan pemberdayaan ekonomi jemaat,  pihak gereja dalam sidang gereja telah menegaskan hal ini.

“Kita sudah mulai menggerakan kelompok-kelompok tani karena hampir 99 persen  jemaat gereja berprofesi sebagai petani. Rekomendasi hasil sidang gereja juga menegaskan pentingnya pemberdayaan umat.Kami juga akan melaksanakan arahan bapak Gubernur terutama dalam pemanfaatan lahan kosong,”pintanya. (HT)