Fransiscus Go Dukung Langkah Cerdas Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Ajak Investor Masuk NTT

oleh -71 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-CEO GMT Institute Fransiscus Go mengatakan, terobosan yang dilakukan Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake dengan menggandeng ratusan investor asal Cina untuk berinvestasi di NTT merupakan langkah cerdas dan tepat .

Menurut Frans Go hanya dengan dukungan pihak swasta maka Provinsi NTT ini bisa berkembang pesat.

“Upaya Penjabat Gubernur NTT, Pak Ody Kalake, yang menggandeng investor luar, sangat tepat. Pemda NTT tidak bisa berbuat banyak dalam urusan pembangunan, tanpa campur tangan swasta,”ungkap Frans Go ketika dimintai tanggapannya, terkait wacana Penjabat Gubernur NTT, Ody Kalake, menggandeng ratusan investor asal Cina.

Kebijakan tersebut harus mendapat dukungan dari seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan di NTT.

“Upaya ini harus didukung semua pihak. Dari sisi regulasi, penerapan hukum yang kondusif, koordinasi lintas sektor segera dibangun, dan terutama dukungan politis dari lembaga DPRD mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Para jurnalis di NTT juga harus terlibat dalam rangka mengawal kebijakan ini, agar sinergitas yang dibangun benar

CEO GMT Institute, Fransiscus Go Serahkan Hadiah kepada wartawan
Benediktus Jahang pada Sabtu (18/11/2023), di Hotel Sasando

-benar memberi garansi bagi pihak investor,” ujarnya.

Frans Go yang merupakan putra Timor Tengah Utara, juga telah ikut berkontribusi bagi pembangunan di NTT. Di bidang pembangunan ekonomi, jejak rekam digitalnya bisa terlihat dengan berdiri kokohnya Lippo Plaza dan Hypermarr. Di bidang kesehatan, dengan menggandeng pengusaha ‘kelas kakap’ James Riady, Frans Go membangun rumah sakit Siloam.

Sementara di bidang pendidikan, Sekolah Lentera kini menjadi referensi salah satu sekolah terbaik di Kota Kupang.

“Sumber daya manusia NTT harus segera dipersiapkan dalam menyongsong Indonesia Emas, tahun 2045. Hanya dengan kesiapan SDM NTT yang handal dan cakap, kita bisa berada pada level yang sama dengan daerah lainnya di Indonesia,” pungkas Frans Go. ****