Emi Sebut Setiap Rupiah Dikeluarkan Harus Jelas, Termasuk Penanganan Covid-19

oleh -25 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang- Ketua DPRD Provinsi NTT, Emiliana Noemleni dengan tegas memberikan warning kepada pemerintah agar setiap rupiah yang dikeluarkan untuk penanganan corona virus atau covid-19 harus jelas dan tepat sasaran.

“Kita mengingatkan kembali agar penggunaan dana ini tidak main-main dengan anggaran ini. Karena anggaran ini memang diperuntukan untuk covid-19,” kata Emi kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, Selasa (31/3/2020).

Emi mengatakan, DPRD dan Pemerintah Provinsi NTT saat ini bergandengan tangan menangani corona virus atau Covid-19 di NTT termasuk dukungan dana.

Dikatakan, pemerintah sudah mengajukan permohonan anggaran mendahului perubahan dan itu juga sudah disetujui oleh DPRD. Walaupun pihaknya belum berkumpul untuk membahasnya.

“Tapi kami melakukan komunikasi-komunikasi politik anggaran dan kerja dari rumah sehingga berbagai kepentingan dalam penanganan covid-19 ini bisa dilaksanakan,” ungkap Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi NTT ini.

Dia mengakui, anggaran sebesar Rp 270 miliar untuk penanganan covid-19
sudah disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Inche Sayuna. Dimana anggaran sekitar Rp 60 miliar untuk penanganan covid-19 di NTT dan sisa anggaran itu dari akan digunakan untuk belanja tanggap darurat.

Dengan demikian, ketika dibutuhkan kita tidak lagi binggung. Karena ini kondisi darurat dan perlu penanganan cepat dan tidak terbelit dalam urusan-urusan birokrasi. Tentunya seluruh prosesnya ada dalam birokrasi dan dapat dijalankan dengan baik,”ujarnya.

Dengan persetujuan anggaran ini kata dia, tentunya berharap agar penggunaan itu tepat sasaran, transparan dan akuntabel. Kepentingannya adalah setiap rupiah yang ada betul-betul dapat digunakan untuk penanganan covid-19 bagi masyarakat di NTT.

Lebih lanjut kata dia, kemungkinan besar ada rasionalisasi anggaran karena dengan melihat kondisi dan situasi saat ini tidak mungkin orang akan melakukan perjalanan dinas.

“Siapapun dia yang diberikan perjalanan dinas pasti tidak mau sehingga itu merupakan salah satu pos yang perlu dilakukan rasionalisasi. Ini bukan pemotongan tetapi rasionalisasi terhadap beberapa program atau kegiatan yang memang saat ini tidak mungkin dilakukan. Jadi pengertiannya adalah anggaran itu bisa digunakan untuk penanganan covid-19”.

“Untuk sementara ada beberapa kegiatan yang belum dilakukan dan kami akan membahasnya secara detail walaupun sudah diajukan oleh pemerintah tentu sesudah ini ada kebutuhan-kebutuhan untuk masyarakat yang dirasionalisasikan akan didiskusikan kembali,”bebernya.

Menurutnya, yang paling penting sekarang ini adalah DPRD bersama pemerintah bergandengan tangan untuk menangani covid-19. Selain itu dirinya meminta agar masyarakat tetap berdoa agar jalur hijau di NTTtetap terjaga.

“Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab DPRD dan pemerintah saja tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan informasi yang baik agar masyarakat lebih tenang dan tidak panik soal covid-19 ini,”pungkasnya. (Hiro Tuames)