Dukung Program TJPS, DPRD minta Pemprov NTT Bangun Sumur Bor

oleh -17 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi NTT, Maria Nuban Saku mengatakan, pada prinsipnya dewan menghendaki agar program TJPS sudah bisa melebihi pencapaian saat ini, namun harus dimaklumi berbagai kendala yang dihadapi pemerintah, seperti persediaan air.

Ketersediaan air, kata dia, merupakan salah satu hambatan yang tidak bisa dihindari, apalagi saat musim panas seperti saat ini. Contoh Bendungan Tilong saja, mengalami penyusutan drastis. Penyusutan air itu kemudian berimbas pada pengairan sawah seluas 50 Ha di area itu.

Untuk itu, intervensi pemerintah dengan membangun sumur bor atau embung-embung kecil merupakan salah satu solusi  sambil menunggu musim tanam di bulan November- Desember mendatang.

“Jadi dalam perubahan anggaran ini kita berharap, dalam badan angaran itu, kita mendorong pemerintah untuk mengadakan sumur bor secara selektif di luas lahan yang akan diairi. Harus dikaji sedemikian mungkin agar kehadiran sumur itu, bisa benar-benar mengairi pengembangan lahan itu,” katanya kepada wartawan Selasa (15/9/2020).

Dia berharap, anggaran yang nantinya dialokasikan pada perubahan anggaran digunakan tepat sasaran untuk menjawabi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT sangat optimis bahwa target program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) akan tercapai pada akhir tahun 2020 mendatang.

Pemerintah akan memanfaatkan musim tanam bulan November dan Desember mendatang untuk menuntaskan target ini dan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Dikatakan, progres pengembangan program TJPS hingga saat ini sudah mencapai 1.435,61 Ha atau 14,35 persen dari target pengembangan sebesar 10.000 Ha. Dengan demikian masih tersisa lahan seluas 8.564,39 Ha yang harus dikembangkan.

1.435,61 hekara itu, kata dia, tersebar di 16 kabupaten, masing-masing Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Mennggrai Timur, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, (Grafis dibawah).

Lecky mengatakan, kendala yang dihadapi dari rendahnnya realisasi luas areal tanam tersebut adalah rendahnya ketersediaan  air pada lahan pertanian. Namun demikian, Lecky Optimis kan akan mencapainya di akahir tahun ini.

“Sisa target areal tanam ini (8.564,39 Ha) ini akan dilanjutkan pada musim penghujan, pada masa tanam november-desember mendatang. Dengan demikian, pemerintah optimis bahwa sampai akhir tahun 2020 target keseluruhannya (10.000) akan tercapai,” katanya. (Hiro Tuames).

Berikut data penyebaran TJPS di 16 Kabupaten

Kabupaten Kupang ; 2.600 hektar
TTS, : 1.325 Ha
TTU : 600 Ha
Belu : 250 Ha
Malaka : 1550 Ha
Rote Ndao : 100 Ha
Flores Timur : 100 Ha
Ende : 200 Ha
Ngada : 325 Ha
Manggarai : 100 Ha
Manggarai Timur : 500 Ha
Manggarai Barat : 400 Ha
Sumba Timur : 650 Ha
Sumba Tengah : 500 Ha
Sumba Barat : 100 Ha
Sumba Barat Daya : 700 Ha