DPW PSI NTT Serahkan Bantuan untuk Bocah Dishabilitas di Kabupaten Kupang

oleh -37 Dilihat

Suara-ntt.com, Oelamasi-Keluarga Besar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT menyerahkan bantuan kepada Stanly Jesi Ndun, bocah dishabilitas di Desa Tuapanaf Kecamatan Takari Kabupaten Kupang.

Bantuan yang diberikan itu berupa sejumlah uang tunai, beras 40 kg dan kruk/tongkat ketiak/alat bantu jalan. Dan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kepekaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada masyarakat di NTT.

Seperti yang disaksikan media ini, bantuan itu diserahkan langsung oleh Ketua DPW PSI Provinsi NTT, dr. Christian Widodo didampingi oleh Sekertaris DPW Provinsi NTT, Junaidin Mahasana, Wakil Ketua DPW PSI Provinsi NTT, Kanis To dan Petrus Yohn Mone dan anggota Pengurus PSI Provinsi NTT.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT, dr. Christian Widodo mengatakan, bantuan tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian DPW PSI Provinsi NTT bagi masyarakat khususnya untuk anak Stanly Jesi Ndun yang mengalami dishabilitas.

“Karena dalam DNA kami adalah menebar kebajikan, merawat keberagaman dan mengukuhkan solidaritas. Ini adalah salah satu bentuk dari menebar kebajikan dan mengukuhkan solidaritas,”kata anggota DPRD Provinsi NTT ini kepada wartawan usai serahkan bantuan, Selasa (22/9/2020).

Dikatakan, dengan bantuan itu bisa meringankan beban dari anak Stanly untuk melanjutkan pendidikan dibangku sekolah dan kebutuhan sehari-hari. Apalagi saat ini ia bersama ketiga saudaranya tinggal bersama Opa, Bernadus Ndun dan Oma Ursula Takeb.

Dia mengaku bahwa pihaknya mengetahui keadaan yang dialami oleh anak Stanly Jesi Ndun dari berita di media massa dan media sosial (medsos) diunggah dan diposting oleh Yonatan Loloin seorang Guru Honor Komite SD Negeri Kiuni di Facebook (Jonathan Frizzy) pada Sabtu, 19 September 2020 lalu.

Untuk diketahui bahwa kedua orangtua dari anak Stanly Jesi Ndun lagi merantau dan bekerja di Kalimatan sejak tahun 2012 lalu. Dan saat ini Jesi duduk di Kelas I Sekolah Dasar (SD) Negeri Bijasahan. Dan setiap hari dirinya berjalan kaki dari rumah ke sekolah dengan jarak tempuh sekitar 1 kilometer lebih meskipun kondisi fisiknya tidak sempurna seperti anak lainnya.

Dalam kesempatan itu Oma Ursula Takeb mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari Partai Solidaritas Indonesia yang memberikan bantuan kepada cucu mereka.

“Terima kasih untuk bapak dan ibu yang sudah beri bantuan kepada cucu kami,” ungkapnya singkat. (Hiro Tuames)