DPW PSI NTT Resmi Launching Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak

oleh -81 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi melaunching Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Dan acara itu dihadiri Koordinator Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak DPP PSI, Sis Karen Pooroe.

“Hari ini, kami mengadakan launching Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPW PSI Provinsi NTT. Memang selama ini kita sudah membentuk biro-biro. Dan salah satu biro yang akan kita launching adalah Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Dan hadir pula Koordinator Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak DPP PSI, Sis Karen Pooroe,” kata Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bro dr. Christian Widodo dalam kegiatan silahturami dan launching Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPW PSI Provinsi NTT di Klinik Medika Graha Kupang, Sabtu 3 Juli 2021.

Bro Chris mengatakan, Sis Karen berkunjung ke NTT untuk memfasilitasi dan membantu pembentukan Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPW PSI Provinsi NTT.  Karena dirinya mempunyai
pengalaman yang sangat banyak dan mengalami hal serupa sama seperti yang dirasakan orang lain sehingga beliau akan sama-sama membantu mereka.

“Ini sebagai bentuk solidaritas kita terhadap perempuan dan anak karena motto partai kami adalah menebar kebajikan, merawat keberagaman dan mengukuhkan solidaritas. Dan salah satu mengukuhkan solidaritas itu adalah bentuk solidaritas kita terhadap perempuan dan anak,” kata angggota DPRD Provinsi NTT ini.

Untuk diketahui bahwa Sis Keron merupakan Finalis Indonesia Idol bersama Delon dan sekarang bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sementara itu Koordinator Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak DPP PSI, Sis Karen Pooroe menyatakan, dirinya sangat senang sekali bisa berkunjung ke NTT dan berdiskusi dengan Pengurus DPW PSI NTT soal isu perlindungan perempuan dan anak.

“Saya senang sekali sudah sampai di Kota Kupang (NTT) sudah berkenalan berdiskusi dengan ibu Vera,  ibu Fatima dan Pengurus DPW PSI NTT tentunya. Saya adalah Koordinator Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak DPP PSI.
Dan saya sadar bahwa tidak bisa sendiri bekerja untuk memperjuangkan perlindungan perempuan dan anak.  Selama ini saya berjalan sendiri dengan kemampuan yang terbatas dan berbuat sesuai dengan kemampuan yang ada,”ungkapnya.

Dikatakan, ketika bertemu dengan teman-teman Pengurus DPP PSI di Jakarta dan mereka sangat peduli sekali dengan isu perlindungan perempuan dan anak. Ini mungkin isu yang banyak orang anggap biasa-biasa saja bukan isu yang besar dan itu yang tidak dianggap penting ketimbang isu-isu seperti korupsi dan lain sebagainya.

Dijelaskan, isu perlindungan perempuan dan anak ini menjadi sangat penting dan khas karena yang terjadi di negara Indonesia khususnya di kawasan Timur seperti NTT, Maluku dan Papua banyak sekali ditemui kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak.

“Dan saya mulai hal ini pertama kali di NTT. Jadi setelah saya dilantik menjadi Koordinator Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak DPP PSI. Dan pertama kali yang saya kunjungi adalah NTT,”bebernya.

Lebih lanjut kata dia, program dari Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak DPP PSI diharapkan bisa mengadvokasi secara hukum juga mengadvokasi secara psikologis tentunya korban harus didampingi secara psikologis agar masa depan mereka bisa lebih baik.

Selain itu akan dilakukan pemberdayaan agar bisa mandiri diatas kaki mereka sendiri, bisa menghidupi anak-anak dan mendidik mereka sebagai generasi masa depan.

“Kita akan melakukan yang terbaik untuk perlindungan perempuan dan anak di seluruh Indonesia dan khususnya di NTT,”ucapnya.

Kemudian, Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPW PSI Provinsi NTT, Vera Therik, mengatakan, pihaknya bersyukur karena DPW PSI telah membentuk Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

“Sebagai ketua saya bersyukur hari ini kita launching dan ini memang menjadi kebutuhan yang sangat penting saat ini. Dan kami sedang dalam proses mendata supaya lebih akurat data kita dan ini adalah merupakan program kerja pertama,”ungkapnya.

Dijelaskan, banyak kasus yang dialami oleh perempuan dan anak di NTT. Dia mencontohkan dirinya dan anaknya yang saat ini sementara didampingi ibu Maria Fatima Hadjon Bethan sebagai Penasehat /Konsultan dan juga sebagai Ketua FORKOM Pemerhati  Perjuangan Hak-Hak Perempuan dan Anak Kota Kupang.

“Dengan adanya Biro ini kita bersyukur karena Tuhan mengijinkan kita mengalami sehingga menjadi saluran berkat bagi orang lain”.

“Kita juga bukan melayani kekerasan perempuan dan anak hanya kasus-kasus kecil tetapi sampai ke hulu hilir artinya kasusnya bagaimana dia harus menjadi perempuan yang menjadi Single Parent dan menjadi Kepala Keluarga dalam rumah tangganya,”pungkasnya.

Adapun nama-nama pengurus pada Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPW PSI Provinsi NTT adalah sebagai berikut yakni; Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak PSI Provinsi NTT, Sis Vera Therik, Penasehat/Konsultan, Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Pemerhati  Perjuangan Hak-Hak Perempuan dan Anak Kota Kupang, Maria Fatima Hadjon Bethan, anggota Bidang Hukum, Sis Lidya Salaou dan Sis Meyland Tasi, dan Bidang Kesehatan, Bro Dr. Epin. (Hiro Tuames)