Berikut Empat Bandara di NTT dengan Jumlah Penumpang Datang dan Berangkat Terbanyak

oleh -100 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan September 2022, ada empat bandara di NTT dengan jumlah penumpang datang dan berangkat terbanyak . Ke-4 bandara tersebut antara lain; Bandara El Tari-Kota Kupang (45,53 persen), Komodo-Manggarai Barat (28,54 persen), Tambolaka-Sumba Barat Daya (6,90 persen), dan Frans Seda-Sikka (4,80 persen).

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale mengatakan, jumlah penumpang angkutan udara yang bepergian dari dan ke NTT pada bulan September 2022 sebanyak 192.015 orang. Dan terbagi menjadi 93.413 orang penumpang yang berangkat, dan 98.602 orang penumpang yang datang.

Kemudian jumlah penumpang angkutan udara pada September 2022 lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan September 2021 yang berjumlah 157.820 orang. Adapun jumlah penumpang pada bulan September 2022 mengalami penurunan sebesar 9,20 persen dibandingkan bulan Agustus 2022 yang berjumlah 211.460 orang.

“Penurunan jumlah penumpang terjadi hampir di semua bandara, kecuali Bandara Wunopito-Lembata, Tureleleo-Ngada, dan Bandara Mali-Alor”.

“Penurunan terbesar terjadi pada Bandara Kabir-Alor sebesar 75,86 persen, Frans Sales Lega-Manggarai sebanyak 56,25 persen, berikutnya Bandara Terdamu-Sabu Raijua sebanyak 53,29 persen, dan Bandara Lekunik-Rote Ndao sebesar 45,00 persen,”kata Mira dalam kegiatan jumpa pers secara daring pada Kamis, 1 Desember 2022.

Dijelaskan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang Pada bulan September 2022 Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di NTT sebesar 41,41 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dari seluruh jumlah kamar hotel klasifikasi bintang di NTT, rata-rata yang terjual/terpakai adalah sebesar 41,41 persen dari seluruh kamar yang tersedia.

Kemudian TPK bulan September 2022 kata dia mengalami penurunan 4,52 persen dibanding TPK bulan Agustus 2022, yaitu dari 43,37 persen menjadi 41,41 persen. Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2021, terjadi peningkatan TPK sebesar 4,73 poin, yaitu dari 36,68 persen di September 2021 menjadi 41,41 persen di September 2022.

Selanjutnya jika dilihat menurut klasifikasinya, pada bulan September 2022 hotel berbintang 4 mengalami capaian TPK tertinggi yaitu mencapai 56,86 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel berbintang 1 yaitu 13,68 persen. Untuk hotel berbintang 2, berbintang 3, dan berbintang 5 mencatat TPK masing-masing sebesar 29,36 persen, 45,03 persen, dan 34,52 persen.

“TPK hotel berbintang 5 pada bulan September 2022 mengalami penurunan sebesar 27,02 persen bila dibandingkan bulan Agustus 2022, yaitu dari 47,30 persen menjadi 34,52 persen. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021, TPK hotel berbintang 5 mengalami peningkatan sebesar 177,97 persen yaitu dari 12,42 persen di September 2021 menjadi 34,52 persen di September 2022,”ungkapnya.

Dia menguraikan, secara umum rata-rata lama menginap tamu pada hotel klasifikasi bintang di NTT selama bulan September 2022 mengalami penurunan sebesar 0,11 poin dari rata-rata tamu menginap bulan Agustus 2022, yaitu dari 1,76 hari menjadi 1,65 hari.

“Jika dilihat berdasarkan asal tamu rata-rata lama menginap tamu mancanegara pada bulan September 2022 dibanding Agustus 2022 mengalami peningkatan sebesar 0,04 poin, sedangkan rata-rata lama menginap untuk tamu nusantara mengalami penurunan sebesar 0,11 poin,”ucapnya

“Apabila diamati dari perkembangan rata-rata lama menginap tamu setiap bulannya pada hotel berbintang menurut asal tamu dalam kurun waktu September 2021-September 2022, maka rata-rata lama menginap tamu secara total tertinggi terjadi pada bulan Agustus sebesar 1,76 hari. Sedangkan rata-rata lama menginap tamu nusantara terjadi pada bulan Maret 2022 dengan nilai rata-rata lama menginap tamu sebesar 1,75 hari, dan untuk tamu mancanegara terjadi pada bulan Januari 2022 dengan nilai sebesar 3,06 hari,”tandasnya.

“Sedangkan rata-rata lama menginap tamu paling rendah pada kurun waktu tersebut untuk tamu nusantara pada bulan Januari 2022 sebesar 1,43 hari dan untuk tamu mancanegara sebesar 1,68 hari pada bulan September 2021,”tambahnya.

Lebih lanjut kata dia, jumlah tamu secara total pada September 2022 sebanyak 38.378 orang, terdiri dari 4.062 tamu mancanegara dan 34.316 tamu nusantara. Secara jumlah total maka jumlah tamu hotel bintang pada September 2022 naik sebanyak 971 orang jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2022 dan 7.697 orang jika dibandingkan dengan September 2021. Walaupun terjadi kenaikan secara total, namun jumlah tamu mancanegara September 2022 turun jika dibandingkan dengan tamu mancanegara Agustus 2021 dengan penurunan sebesar 1.470 poin.

“Kalau dilihat dari perkembangan total tamu pada hotel klasifikasi bintang dalam setahun terakhir, jumlah total tamu pada bulan September 2022 sedikit di atas rata-rata dalam Jumlah tamu nusantara selalu lebih tinggi dibandingkan tamu mancanegara. Namum dengan volatilitas yang tinggi. Jika diperhatikan, meskipun mengalami beberapa kali penurunan, tetapi secara umum jumlah tamu mancanegara menunjukkan adanya tren meningkat pada periode Januari 2022 sampai September 2022 dengan perubahan yang tidak terlalu besar,”terangnya.

Dia juga menyampaikan, pada bulan September 2022, jumlah tamu mancanegara kembali mengalami sedikit
penurunan dibanding Agustus 2022 dengan besar penurunan sebanyak 1.470 poin atau sebesar -26,57 persen.

“Selama bulan September 2022 terdapat sebanyak 2.672 wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke wilayah NTT. Besaran ini turun 14,36 persen dibanding dengan jumlah wisman pada bulan sebelumnya. Meskipun jumlah wisman yang masuk melalui pintu batas PLBN Mota’ain terbilang sudah cukup tinggi dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, namun angka ini belum sepenuhnya mencapai titik maksimum seperti di tahun-tahun sebelum adanya pandemi COVID-19 yang mencapai belasan ribu orang,”pungkasnya. (Hiro Tuames/Humas BPS NTT)