BEI dan Pemprov NTT Gelar Sekolah Pasar Modal untuk Dorong UMKM jadi Emiten

oleh -115 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BEI NTT) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi melalui Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT (Biro PAP) menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal/Edukasi (SPM) kepada

para Pejabat Struktural dan Fungsional Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah
Provinsi NTT, pimpinan BUMD dan perguruan tinggi.

Hal itu merupakan salah satu bentuk tindaklanjut atas arahan Gubernur NTT pada acara peresmian Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi NTT yakni demi membangun environment investasi yang sehat di NTT dan mendorong UMKM skala kecil dan menengah untuk dapat menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT Ganef Wurgiyanto mengatakan, berdasarkan koordinasi bersama Biro PAP Setda Provinsi NTT dan Kantor Perwakilan BEI NTT menyatakan komitmen untuk menjalin edukasi-kolaborasi berkelanjutan untuk memasyarakatkan pasar modal serta memberi dampak nyata dalam peningkatan literasi keuangan di Provinsi NTT untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan dan investasi.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi NTT sejak awal telah merespons positif dan terlibat aksi kolaborasi.

“Kami berharap adanya efek lanjut dari kegiatan ini agar literasi berikut aksi pasar modal semakin inklusif mendorong pertumbuhan investor dan emiten yang mendorong pengembangan UMKM sebagai sektor dominan ekonomi masyarakat,”kata Ganef ketika membuka kegiatan Sekolah Pasar Modal/Edukasi di Resto Subasuka Paradise Kota Kupang pada Selasa 28 Juni 2022.

Dia memotivasi peserta dan menegaskan pentingnya sektor modal dalam pembangunan yang perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Kepala OJK NTT menegaskan dinamika sektor jasa keuangan di NTT dan dukungannya terhadap macam aktivitas edukasi seperti kegiatan SPM ini.

Ia berharap para pejabat yang mengikuti sekolah ini dapat memainkan peran ganda sebagai subyek-subyek privat dan juga pejabat publik yang berpengaruh dalam menginklusifkan isu berikut praktik pasar modal di NTT.

Kepala Kantor Perwakilan BEI NTT Adevi Sabath Sofani menyampaikan
apresiasi dan terima kasih untuk semua bentuk partisipasi lembaga terkait maupun peserta yang menunjukkan antusiasme dalam acara ini. Sinyal modernitas sektor jasa keuangan dan peningkatan akses dan kapasitas pembiayaan dan investasi melalui pasar modal mendukung pembangunan ekonomi khususnya UMKM di NTT.

Dia menjelaskan, peluang, praktik dan risiko pasar modal dengan high light-nya di NTT antara lain 45.537 investor pasar modal per Mei 2022; 11 galeri investasi BEI; Rp 1,2 trilyun jumlah transaksi Januari-Mei 2022; 15.990 investor saham per Mei 2022; 2 perusahaan sekuritas berkantor di Kota Kupang; 573 kegiatan edukasi Januari-April 2022 on line dan offline.

Struktur Pasar Modal Indonesia; OJK, ID Clear/Kliring Penjaminan Efek Indonesia, IDX/Bursa Efek Indonesia, KSEI/Kustodian Sentral Efek Indonesia; perusahaan dan kode saham (787 perusahaan/emiten); pemahaman dan cara kerja saham, obligasi dan reksadana; key isues; langkah-langkah operasional 3P (paham, punya, pantau); memiliki rekening efek,; foreign vs domestic; mekanisme perdagangan primer dan sekunder; peluang dan risiko; POEMS ID PT Phillip Sekuritas Indonesia multi platform, satu akun, edukasi terpadu, fitur cerdas, fitur unggulan POEMS smart start, smart plan, smart safe, autosweep; simulasi transaksi, analisis saham fundamental dan teknikal.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara menyajikan dinamika perekonomian NTT, kondisi dan
permasalahan, arah kebijakan, positivisme pasar modal bersama penanaman modal
untuk peningkatan kapasitas pembiayaan dan investasi pembangunan daerah.

Selain itu peningkatan literasi dan inklusi keuangan terutama untuk mendukung pengembangan UMKM dan produk/komoditi unggulan daerah NTT dan rencana-rencana aksi kolaborasi bersama Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTT. Kepala BEI NTT juga mengemukakan rencana kegiatan bulan Juli dengan skala dan intensi yang lebih meluas di NTT.

Para peserta tampak antusias dalam mengakses materi dan diskusi dengan naras sumber bursa efek. Kepala Biro PAP mempersuasi peserta agar melipatgandakan efek SPM yang telah diikuti ini kepada lingkungan sekitar, menjadi subyek-subyek baik privat maupun public terkait informasi dan aksi sektor pasar modal ini sebagai cara membangun diri sendiri dan membangun daerah, bangsa dan negara . Terima kasih. NTT Bangkit Mewujudkan Masyarakat Sejahtera Dalam
Bingkai NKRI bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Joseph A. Nae Soi. Untuk diketahui bahwa kegiatan SPM ini dihadiri oleh kurang lebih seratus peserta. (HT)