BCA Gelar Pelatihan Pewarna Alam bagi 30 Penenun NTT

oleh -148 Dilihat

Suara-ntt.com, So’e-PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mendukung para penenun di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT untuk menghasilkan kain tenun yang selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan keberlanjutan melalui pemanfaatan pewarna alamiah.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari implementasi perseroan dalam mendorong pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama menyasar pemberdayaan komunitas perempuan.

Bekerja sama dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (Warlami), BCA melakukan edukasi dan pelatihan tahap kedua kepada penenun di TTS, yang fokus pada potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dari produk tenun dengan bahan baku benang yang menggunakan bahan pewarna alam, seperti indigo tinctoria, kayu kuning, mahoni dan kayu niko yang tumbuh di daerah Soe dan sekitar.

Pada pelatihan tahap kedua yang dilaksanakan pada 29-30 September 2022, hadir VP Corporate Social Responsibility Nona Faletta Aryuni Sumanang, Ketua Warlami Myra Widiono, Kepala Bidang BKSDA Wilayah Timur Agustinus, beserta 30 penenun yang mengikuti program pelatihan lanjutan ini sekaligus juga dilakukan penilaian hasil penugasan dari pengaplikasian pewarna alamiah terhadap benang tenun yang telah diajarkan pada tahapan pembinaan sebelumnya.

Secara terpisah, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, prinsip berkelanjutan yang dilakukan sekarang sudah diterima di hampir semua sektor.

“Dan saat ini kami mendorong hal ini diwujudnyatakan dalam Program Corporate Social Responsibility dibawah payung program Bakti BCA melalui program pelestarian seni tradisi dan juga lingkungan yaitu pembinaan penenun di TTS yang memiliki tradisi wastra yang unggul dengan teknik, ragam hias, dan ekspresi budaya khas tersendiri agar bisa menyesuaikan dengan tren sustainable fashion tersebut. Dengan melakukan penyesuaian tersebut, selain produk wastra nusantara dapat mudah diterima oleh pasar, nilai jual dari wastra nusantara pun akan lebih tinggi. Kami optimistis bahwa dengan pelatihan yang kami adakan tersebut, perempuan penenun di TTS, NTT dapat meningkatkan pendapatan mereka dari menenun karena selaras dengan pasar dan tren saat ini,”katanya.

Bersama Warlami, BCA mengadakan pelatihan kepada komunitas perempuan penenun di TTS, NTT dalam rangka memperkenalkan dan melatih cara menghasilkan produk tenun dengan bahan pewarna alamiah. Ragam pewarna alamiah diambil dari tanaman di daerah tersebut.

BCA juga senantiasa aktif mewujudkan komitmen dalam pembangunan berkelanjutan dengan mengedepankan nilai-nilai environmental, social, and governance (ESG). BCA memperkuat komitmennya dengan penyaluran kredit untuk sektor-sektor berkelanjutan yang mencapai Rp169,5 triliun di Juni 2022. Angka tersebut naik sebesar 21,8 persen YoY, dan berkontribusi hingga 24,9 persen dari total portofolio pembiayaan BCA. Selain itu, BCA juga melakukan beberapa inisiatif lain seperti pengelolaan limbah kartu dan EDC, serta turut pemadaman lampu selama 1 jam pada 544 gedung kantor BCA untuk mendukung program Earth Hour beberapa waktu lalu.

“Kami memahami bahwa perempuan di TTS, NTT tidak saja bertindak sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga berperan dalam membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Mudah-mudahan pelatihan ini dapat memberikan manfaatnya, terutama demi meningkatkan wawasan, skill, dan berdampak signifikan terhadap perubahan ekonomi di keluarga,”ungkap Hera. (Humas BCA/HT)