Bank NTT jadi Bank pertama di Indonesia bagian Timur yang Teken PKS dengan FLPP-PUPR

oleh -19 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penandatanganan atau teken PSK dengan 30 bank di Indonesia secara Virtual.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, dari 30 bank yang diundang untuk teken PKS itu, Bank NTT menjadi bank pertama di Indonesia bagian Timur maupun Tengah yang melakukan kerjasama dengan FLPP dan PPDPP-Kementerian PUPR.

“Dari 30 bank yang diundang kita Bank NTT menjadi bank pertama di Indonesia bagian Timur dan Tengah yang meliputi wilayah Sulawesi, Bali, NTB, Maluku dan Papua yang melakukan kerjasama dengan FLPP dan PPDPP-Kementerian PUPR”.

“Tentu ini menjadi suatu penilaian tersendiri dari apa yang sudah kita lakukan bersama-sama dengan REI NTT,”katanya kepada wartawan usai penandatangan PKS secara virtual di aula lantai 5 Bank NTT Kantor Pusat, Jumat (18/12/2020).

Dikatakan, tentu hal-hal yang baik dan posetif akan ditingkatkan lagi dan hal yang belum betul akan diperbaiki dan benahi lagi.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Provinsi NTT, Bobby Thinung Pitoby mengatakan, puji Tuhan hari ini telah dilaksanakan penandatanganan PKS antara FLPP dan PPDPP-Kementerian PUPR dengan Bank NTT sebagai bank penyalur FLPP yang ada di NTT.

“Ini adalah suatu pencapaian yang luar biasa dan kita harapkan dukungan dari Bank NTT untuk membangun akan perumahan ini,”katanya.

Dia berharap agar di tahun 2021 penyerahan perumahan dari Bank NTT akan terus meningkat.

“Kita targetkan 450 unit rumah di semester satu dan berharap untuk meningkatkan angka tersebut menjadi seribu atau dua ribu tapi semua itu tergantung dari penyerapan di semester pertama,”ungkapnya.

Dikatakan, Sistem Informasi Pemantauan Struktur (SiPetruk) yang diadakan untuk memastikan produk yang dibangun kalangan pengembang memang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sehingga bisa menjamin masyarakat mendapatkan produk rumah yang berkualitas.

Lembaga penyalur KPR subsidi FLPP PPDPP, tengah menyiapkan aplikasi baru SiPetruk setelah SiKasep dan SiKumbang. Aplikasi ini akan semakin memudahkan semua pihak yang membutuhkan akses ke perumahan hingga menjamin produk yang dihasilkan berkualitas.

“Ini merupakan langkah strategis dalam membantu masyarakat. Program aplikasi Sipetruk memang bagus sekali namun mengalami kendala. Pembangunan perumahan kita di NTT sebenarnya tidak bermasalah. Yang bermasalah adalah di lahan-lahan yang struktur tanahnya labil sehingga jika pembangunan dari fondasinya tidak benar maka akan membuat rumah itu retak, rusak dan tidak dihuni. Hal-hal seperti ini terjadi di Kalimantan oleh karena itu diambil alih oleh FLPP melalui Sipetruk ini untuk memastikan bahwa fondasi yang dibangun ditempat-tempat tertentu sudah memenuhi ketentuan Kimpraswil Nomor 25 Tahun 2009 dan ketentuan PUPR Nomor 24 Tahun 2013,”pintanya.

Dijelaskan, semua itu dilakukan untuk memastikan bahwa pembangunan perumahan betul-betul sesuai prosedur yang ada. Contohnya bangunan itu harus memakai besi 10 kemudian jarak antara behel yang satu dengan lain sekitar 15 cm. Ini menandakan bahwa rumah itu sudah kokoh dan layak dihuni dan diperuntukan ke depan rumah itu akan dibangun.

Sementara rumah yang sudah ada akan didata oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) untuk diatapkan. Tetapi rumah yang sementara dibangun mulai dari pembangunan fondasi pihak kementerian dari PPDPP dan mitra-mitranya mengambil data dan foto. Jika data base tidak ada maka developer itu tidak akan mengerjakan rumah tersebut terutama partikuler di kapling itu. Ini yang menjamin keselamatan konsumen yang berpenghasilan rendah dalam memiliki rumah yang kokoh, aman, nyaman dan layak untuk dihuni. (Hiro Tuames)