6.000 UMKM Binaan Bank NTT, Kini Sudah Terhubung Ekosistem Digital

oleh -106 Dilihat

Suara-ntt.com, Kupang-Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, hingga saat ini ada 6.000 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Bank NTT sudah terhubung dengan ekosistem digital.

“Saat ini UMKM binaan kita ada sebanyak 6.000 yang sudah terhubung ekosistem digital,”kata Dirut Alex dalam Program Special Dialog Berita Satu TV, Kamis (16/6/2022) petang.

Dikatakan, dalam menghadapi tantangan kondisi topografis dan geografis Nusa Tenggara Timur yang begitu luar biasa. Namun kolaborasi yang dibangun Bank NTT dengan berbagai pihak, hasilnya seluruh UMKM terdigitalisasi.

Digitalisasi UMKM juga tidak terlepas dari membaiknya rasio elektrifikasi di daerah ini sudah mencapai lebih dari 96 persen serta pandemi COVID-19 yang mengharuskan para pelaku UMKM beralih dengan cepat ke sistem digital untuk memasarkan produk mereka.

“Kalau kita bicara digitalisasi, bicara sisi internal dan eksternal. Faktor eksternal menekan internal untuk bisa beradaptasi dengan tantangan ada terutama memanage adaptasi yang cerdas. Langkah-langkah transformasi dari sisi teknologi dan digitalisasi kita lakukan,”ungkapnya.

Spesial dialog yang disiarkan ‘live’ ini dipandu oleh Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu. Selain Dirut Bank NTT, narasumber dialog ini menghadirkan Direktur TI, Konsumer dan Jaringan Bank Jawa Tengah Wiweko Probojakti, dan Digital Transformation Expert, Bayu Prawira Hie.

Menurut Riwu Kaho, desain upgrade digitalisasi Bank NTT mulai dari 2019. Ketika itu, Bank NTT melakukan kajian dan review untuk beradaptasi digitalisasi.

Saat itu, Bank Indonesia juga membuat terobosan dengan membangun roadmap sistem pembayaran Indonesia atau QRIS yang menjadi salah satu terobosan untuk model digitalisasi.

“Kami melakukan upgrade core banking sehingga bisa mengakomodir potensi dan peluang yang akan terjadi di kemudian hari,” ujarnya.

Selanjutnya, Bank NTT merekrut tenaga IT mendesain program yang berbasis potensi unggulan NTT tersebut. “Karena kita bersaing dengan bank lain, jika kita tidak memikirkan karakteristik usaha yang kuat, dan bisa mencari peluang-peluang usaha yang baru, tentu kita akan tergerus dan tenggelam,” kata Riwu Kaho.

Adapun Primus mengutip laporan Kementerian Koperasi dan UMKM yang menyebutkan dari 65 juta UMKM di seluruh Indonesia, sampai Juni 2022 baru 19 juta yang terdigitalisasi, dan jumlah itu termasuk 6.000 UMKM binaan Bank NTT.

Sementara itu, Direktur TI, Konsumer dan Jaringan Bank Jawa Tengah, Wiweko Probojakti menyebutkan pihaknya memiliki 31.000 UMKM yang seluruhnya sudah terdigitalisasi. Jumlah itu bagian dari 172.000 UMK di seluruh Jawa Tengah. (HT)