PON Papua sebagai ajang untuk merawat tali persaudaraan

oleh -41 views

Suara-ntt.com, Jayapura-Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi menganggap bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua kali ini sebagai ajang untuk saling meneguhkan dan merawat tali persaudaraan satu dengan yang lain di tengah pembatasan sosial.

“Kami datang kesini dengan dua misi. Pertama kami ingin menunjukan bahwa kami adalah duta olahraga, yang ingin berlaga penuh sportivitas di arena PON ini. Sedangkan misi yang kedua adalah Kami mau menunjukan kepada dunia luar, bahwa Ras Melanesia sebenarnya ada dimana-mana. Tapi keturunan Melanesia yang paling banyak keturanannya adalah yang ada di Indonesia. Namun kita tetap satu dalam NKRI,” kata Wagub Nae Soi saat menghadiri acara Welcome Party sekaligus ramah tamah seluruh kontingen NTT yang mengikuti PON XX Papua, bersama Pengurus  Ikatan Keluarga Besar Flobamora di Papua pada Senin, 4 Oktober 2021.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano beserta Ibu Christine Luluporo Manu yang pada saat yang sama merayakan hari ulang tahunnya ke-52.

Moment tersebut  sekaligus merupakan malam keakraban 89 atlet NTT yang mengikuti 12 cabang olahraga (Cabor) di Arena PON XX Papua, bersama para official dan para perwakilan warga NTT yang telah berdomisili puluhan tahun di Provinsi Papua.

Ajakan penuh makna untuk tetap merawat persaudaraan diantara sesama anak bangsa, khususnya kepada warga Flobamorata yang telah menjadi bagian kehidupan keseharian dalam karya dan pengabdian bersama masyarakat Papua bertahun-tahun itu.

“Saya senang sekali sekali bahwa warga Flobamorata bisa berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang kehidupan bersama seluruh masyarakat Papua, menjaga ketenangan dan perdamaian di Bumi Matahari Terbit ini. Hal ini membuktikan bahwa semangat persaudaraan tetap dijaga dengan baik, tali persatuan dan silaturahmi benar-benar semakin dieratkan selama berdomisili bertahun-tahun di Tanah Papua. Terima kasih sekali karena saat kami datang dari NTT, kami telah diterima dan dilayani dengan penuh kearaban oleh pak Wali Kota dan Ibu bersama seluruh warga Kota Jayapura. Mulai dari hari pertama kontingen NTT tiba, kami sangat merasakan dan menikmati pelayanan yang penuh kasih, ini membuat serasa kami berada di rumah sendiri, karena memang kami kembali kerumah sendiri, sebab ada begitu banyak warga NTT yang telah puluhan tahun menyatu dan menjadi bagian terpenting dari interaksi bersama bahu membahu bekerja keras membangun kota ini. Bahkan kerja keras menyukseskan perhelatan akbar olah raga nasional ini. Kita adalah sesama saudara dari ras yang sama, yaitu ras Melanesia“, ungkapnya.

Suasana acara yang penuh kearaban tersebut, Wagub JNS sangat memberi apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan kolaborasi yang dibangun diantara semua komponan masyarakat setempat, sehingga Pesta Akbar Olahraga di tengah Pandemi COVID-19 ini dapat terlaksana dengan baik dan meriah.

Dia mengatakan, bersatu itu indah dan Bangsa Indonesia pun akan menjadi kuat melalui olahraga.
Selain itu dirinya memuji bahwa di Arena PON Papua ini sangat terlihat jelas persaudaran sejati dibuktikan antara NTT dan Papua. Dimana sportivitas yang tinggi telah ditunjukan oleh para atlet yang bertanding di cabor yang telah dilaksanakan, khususnya cabor sepakbola, saat mana kesebelasan NTT harus mengakui keunggulan dari tim Papua yang berhasil menang dengan skor 0 : 4.

“Pertandingan kemarin sangat luar biasa, karena telah mempertontonkan semangat persaudaraan sejati, itulah Papua dan NTT. Kalah dan menang bukan soal, karena kita adalah saudara,”ungkapnya.

“Wargaku, Flobamorata yang tinggal di Papua ini, anda semua beruntung, karena tanah Papua ini merupakan daerah subur ibarat Sorga yang ada di Timur Indonesia. Ada kejadian kekacauan beberapa waktu lalu, tapi saya bersyukur karena melalui penuturan dari pak Wali Kota dan Ketua Umum IKB Flobamora di Papua, ternyata warga NTT yang tinggal disini khususnya di sekitar Kota Jayapura, tidak ikut dan tidak mau terlibat, walaupun mereka diciderai tapi warga Flobamorata tetap tenang, tidak terpancing, dan bahkan tidak mau menyulut dengan berbagai sikap provokatif. Ini bahwa menunjukan warga NTT sangatlah menjunjung nilai-nilai persaudaraan sejati, dimana bumi dipijak disitu langit harus dijunjung tinggi. Warga Flobamorata yang ada di Jayapura ini, sangat menghargai dua tokoh NTT yang ada di Papua, yang telah menjadi panutan bagi mereka yaitu Bapak DR. Drs. Benhur Tomi Mano selaku Walikota Jayapura yang beristerikan Ibu Christine Luluporo Mano, seorang Perempuan NTT berdarah Sabu yang juga adalah Anggota DPRD Provinsi Papua dari Fraksi PDI Perjuangan, serta Putera Lembata yang telah bermukim di Papua sejak tahun 1970, yang sekarang menjabat Anggota DPR RI sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Besar Flobamora di Papua, Bapak Soleman Hamzah”.

“Terima kasih karena dua tokoh ini menjadi inspirator tersendiri bagi seluruh warga Flobamorata yang ada di Papua untuk tetap menjaga kerukunan dan menciptakan kedamaian dengan hidup saling mengasihi. Itulah kita warga NTT, dimanapun kita diutus dan berkarya, maka sebenarnya disitulah kita berjumpa dengan saudara-saudara yang wajib dikasihi”, tegas Politisi Partai Golkar tersebut seraya menyampaikan bahwa kehadiran beliau dan rombongan juga sekaligus ingin belajar manajemen sukses pelaksanaan PON XX Papua, yang bisa diadopsi dan diimplementasikan dalam menyukseskan Pertemuan G.20 dan ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat nanti. (HT)