Keberhasilan Food Estate Sumba Tengah sebagai Bukti Peradaban Pertanian Baru di NTT

oleh -154 views

Suara-ntt.com, Waibakul-Keberhasilan atau kesuksesan Food Estate atau lumbung pangan nasional yang digagas Kementerian Pertanian RI di Kabupaten Sumba Tengah saat ini telah menunjukan hasil yang menggembirakan bagi petani setempat.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, keberhasilan dan kesuksesan Food Estate Sumba Tengah ini telah membuktikan bahwa bakal terwujudnya peradaban pertanian baru di Nusa Tenggara Timur.

Gubernur Viktor melakukan panen padi secara simbolis dengan menggunakan combine (mesin panen modern) pada lahan seluas 3.000 hektare di Desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan dan penanaman jagung hibrida Pioner 35 secara simbolis diatas lahan seluas 260 hektare di Desa Tanamodu, Kecamatan Katiku Tana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah pada Kamis,15 April 2021.

“Saat Sumba Tengah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai lokasi pengembangangan Food Estate terjadi perdebatan besar dan protes. Namun, panen hari ini menunjukan adanya wujud nyata perubahan peradaban pertanian yang terintegrasi di Nusa Tenggara Timur yang dimulai dari Sumba Tengah,” katanya.

Gubernur menargetkan pada tahun 2022, adanya peningkatan pengembangan dan pengelolaan luasan lahan tanam untuk Program Tanam Jagung Panan Sapi (TJPS) dan Food Estate di wilayah pulau Sumba.

“Tahun depan, di Pulau Sumba, kita akan kembangkan lagi luasan lahan tanaman pertanian yang terintegrasi untuk padi, jagung dan komoditi lainnya.  Jika tahun ini lima ribu hektare di Sumba Tengah, maka tahun depan akan ditingkatkan lagi menjadi 10.000 hektare, di Sumba Timur seluas 10.000 hektare, di Sumba Barat seluas tiga ribu hektare dan Sumba Barat Daya seluas lima ribu hektare dan pelaksanaannya nanti di wilayah pulau Sumba akan didukung oleh TNI dan POLRI,”ungkapnya.

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu mengatakan, keberhasilan setiap program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah sesungguhnya karena komitmen, perhatian dan empati dari Gubernur, sehingga program penanaman jagung secara simbolis diatas lahan 260 hektare dan panen padi secara simbolis 3.000 hektare bisa terlaksana karena perhatian Gubernur kepada daerah ini.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky F. Koli mengatakan, dampak positif terhadap pola tanam serentak dan pencapaian target indeks pertanaman.

Dikatakan, dengan adanya pendekatan pada Food Estate, maka sistem ijon tidak berlaku dan ketersediaan pangan akan lebih cepat yang mana waktunya dua bulan lebih cepat karena adanya modernisasi alsintan dari hulu hingga hilir.

“Saat ini kita sedang mengejar indeks pertanaman 300, yaitu dalam satu tahun tiga kali tanam, padi-jagung-kacang atau padi jagung-jagung,”ungkapnya.(HT/Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sumba Tengah)