Helikopter BNBP NTT Bawa Bantuan Sembako ke Wilayah Terisolir di Amfoang Timur

oleh -377 views

Suara-ntt.com, Oelamasi-Helikopter dengan nomor seri:PK-PUJ milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mengantar bantuan sembako ke wilayah terisolir di Kecamatan Amfoang Timur, Oepoli, Kabupaten Kupang pada Minggu, 11 April 2021 siang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Isyak Nuka menyampaikan, sebuah Helikopter dari BNPB telah mengantar bantuan sembako dan sudah mendarat di Oepoli Amfoang Timur siang tadi.

Bantuan itu, kata Isyak, disalurkan melalui Posko Siaga Bencana Stasi Petrus Tataum dan Paroki Santa Maria Mater Dei Oepoli.

Adapun bantuan sembako yang dikirimkan itu, antara lain susu kaleng sebanyak 5 dos, minyak goreng sebanyak 4 dos ukuran 1 liter, beras 10 Kg sebanyak 12 karung, gula pasir 50 kilo 1 karung, dan mie instan sebanyak 30 dos.

“Tadi kita sudah kirim sembako ke sana. Terima kasih kepada warga dan rekan-rekan media yang sudah memberi informasi terkait keterisolasian wilayah Amfoang Timur yang awalnya cukup sulit dijangkau untuk memberi bantuan. Semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi korban bencana,” kata Isyak.

Untuk diketahui, Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda NTT sejak pekan lalu, membawa dampak luar biasa bagi masyarakat. Tak hanya Adonara, Lembata dan Alor tetapi masyarakat Kabupaten Kupang di Amfoang Timur khususnya juga merasakan hal serupa.

Wilayah Amfoang Timur dilaporkan terisolasi karena terputusnya akses transportasi ke wilayah itu. Beberapa ruas jalan pun terputus, yakni jalan dari Amfoang Selatan menuju Amfoang Utara dan Amfoang Timur.

Putusnya akses transportasi ke wilayah itu, diakibatkan hujan lebat serta angin kencang, serta banjir bandang dan gelombang tinggi. Akibatnya, masyarakat pun sulit berkoordinasi dengan pemerintah untuk meminta bantuan.

Melalui postingan RM Januarius dan RM Faris di media sosial, mereka meminta pemerintah segera mengirimkan bantuan ataupun hal-hal yang dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Melalui postingan keduanya pada Minggu (11/04/2021) pagi, mereka menyampaikan bahwa sampai saat ini masyarakat Amfoang Timur masih sulit berkoordinasi dengan Tanggap Bencana Kabupaten Kupang.

“Kami berada di kecamatan paling ujung Kabupaten Kupang berbatasan dengan Negara Timor Leste dan Kabupaten TTU juga TTS. Mohon bantuan jika ada kawan-kawan yang sempat membaca postingan ini untuk menolong menyebarkan kondisi akhir kami agar masyarakat bisa dapat bantuan pasokan sembako, obat-obatan, kelambu dan dikirimkan ke warga Amfoang Timur dan warga Amfoang yang lainnya,” tulis mereka.

“Tak hanya itu, persediaan beras tidak mencukupi untuk satu dua minggu ke depan. Semua warga berharap akan panen dalam waktu dekat, tetapi hujan dan banjir serta air asin laut telah merusak hampir sebagian besar sawah siap panen di pesisir pantai Oepoli. Hampir di seluruh Amfoang belum ada posko terpusat yang kita bisa mengakses ketersediaan bantuan.”

“Posko di Oepoli yang kami dirikan seadanya dengan belanja sembako dari kios/toko yang ada disini sudah pailit dan kehabisan persediaan. Satu satunya toko/kios di Amfoang Timur memasuki pasokan beras paling akhir jam 6 tadi,”

“Kendaraan ke tempat ini sulit dijangkau. Jalur Barat menuju Amfoang Pesisir untuk sampai ke Ibu Kota Kabupaten Kupang terputus (Jembatan Termanu ambruk). Jalur Timur mengalami kendala di wilayah Naekake, Noelelo, Mamlasi, Taloi (dibutuhkan tiga sampai empat hari untuk sampai ke tempat kami ini). Jika memungkinkan hanya bisa lewat udara,”

“Selain itu laut di wilayah kami belum ada dermaga, kecuali speadboot atau melalui Dermaga Naikliu, tetapi ancaman arus gelombang belum bisa diprediksi. Gerak Posko Santo Petrus dan Mater Dei baru di seputaran Amfoang Timur dan itu pun belum diketahui satu desa terjauh (Nunuanah) yang terkurung antara sungai besar Sungai Sitoto dan Sungai Noelfael. Apakah nasib bayi dan anak-anak, ibu hamil, orang tua jompo dan orang sakit ditelantarkan. Kita tidak tahu apa yg terjadi di Amfoang Pesisir yang sampai saat ini satu orang pun tidak bisa dikontak,”

“Gerakan dari desa yang terpantau sudah dimulai di Desa Netemnanu dan Netemnanu Selatan. (Hari ini perbaikan rumah Bapak Jemy Sanakas oleh masyarakat dan Polsek Amfoang Timur). Sungai-sungai besar di Amfoang dari gunung masih terus mengalir deras ke bawah. Kami belum bisa langgar,”

“Mohon maaf jika melebihkan keadaan. Wilayah ujung Kabupaten Kupang sedikit sulit untuk bisa terekspos, terakomodir karena kesulitan transportasi darat,” tulis mereka. (HT)