DPD I Golkar NTT Buka Dapur Umum

oleh -36 views

Suara-ntt.com, Kupang- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka dapur umum untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi warga yang terdampak korban bencana alam (longsor, banjir dan badai siklon tropis seroja) di Nusa Tenggara Timur.

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena mengatakan, khusus di Kota Kupang, DPD Golkar NTT membuka dapur umum, pengisian daya handpone (HP) dan wifi gratis bagi warga terdampak bencana alam.

Dikatakan, makanan gratis yang disiapkan DPD Partai Golkar NTT berjumlah 200 kotak untuk makan siang dan malam hari juga 200 kotak untuk dibagikan kepada warga terutama pengungsi. Sementara pada pagi dibagikan bubur kacang hijau kepada petugas kebersihan dan PLN yang memperbaiki jaringan listrik di seputaran di Kota Kupang.

Sementara untuk pengisian daya handpone dan wifi gratis dibuka untuk umum di Kantor DPD Partai Golkar NTT sejak, Senin 5 April 2021.

“Kami menyiapkan pengisian daya HP bagi warga yang membutuhkan, serta menyiapkan makan siang, dan makan malam. Kalau pagi, kami siap bubur kacang untuk petugas yang membersihkan pohon tumbang di jalan,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini.

Dia juga menjelaskan, untuk kabupaten yang terdampak bencana banjir dan longsor, setiap Ketua DPD II Partai Golkar telah diperintahkan agar turut serta memberikan bantuan kepada warga di wilayahnya.

“Kalau di Sumba Timur, pak Umbu Lili membagikan makanan siap saji kepada warga di posko-posko pengungsi. Jadi semua daerah tingkat dua sudah bergerak sejak hari senin pagi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu relawan Partai Golkar NTT, Helni mengatakan, makanan dan bubur kacang hijau dibagikan kepada warga Kota Kupang di beberapa lokasi.

“Kita sediakan dapur umum. Jadi pagi kita sediakan bubur kacang hijau, serta menyediakan makan siang bagi masyarakat di lokasi Oesapa dan beberapa titik lokasi lainnya,” katanya.

“Namun untuk pembagian makan malam, kami belum tahu titik lokasinya dimana. Tetapi makannya kita sudah siapkan,” sambung Helni.

Melihat kondisi Kota Kupang dua hari terakhir yang jaringan komunikasinya terputus, Helni merasa terpanggil menjadi relawan demi membantu sesama yang terdampak bencana.

“Ini merupakan keputusan sendiri. Setidaknya jika kita tidak bisa membantu secara materil, maka kita bisa membantu sesama kita menggunakan tenaga,” ucapnya.

Dia berharap agar pihak lain juga terlibat langsung membantu masyarakat Kota Kupang yang terimbas bencana badai Siklon Tropis Seroja.

“Saya harap ke depannya, semoga ada pihak lain yang mau bergabung untuk membantu sesama kita. Jangan hanya dari Golkar saja. Karena ini kita susah bersama,” tandasnya. (HT)