Waturaka Dinobatkan sebagai Desa Contoh Ekowisata Nasional

oleh -256 views

Suara-ntt.com, Kupang-Petani tradisional Desa Waturaka Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur (NTT) dibentuk menjadi petani agrowisata
yang merupakan binaan dari Yayasan Swisscontact. Desa tersebut kini dinobatkan sebagai Desa Contoh Ekowisata Nasional.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, Yayasan Swisscontact telah melakukan pelatihan dan pendampingan masyarakat Desa Waturaka untuk bertransformasi agar pariwisata menjadi budaya kerja.

“Ini tentunya model pembangunan pariwisata yang kita inginkan bersama,” kata Gubernur Viktor saat pertemuan bersama Yayasan Swisscontact yang berlangsung virtual pada Rabu, 17 Maret 2021.

Viktor mengaku senang atas kehadiran lembaga Swisscontact di NTT. Bahkan memberi apresiasi yang tinggi atas apa yang telah dibuat dan disumbangkan oleh Yayasan Swisscontact dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata di NTT

“Kita sangat senang karena kehadiran Swisscontact di NTT ini bisa memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang bagaimana membangun pariwisata yang berkelanjutan,”ungkapnya.

Menurut Gubernur Viktor Laiskodat, apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Swisscontact seperti di wilayah Kabupaten Ende menjadi model pembangunan dan pengembangan pariwisata yang dapat dicontohi.

Dia juga menyebut pemerintah ingin agar NTT menjadi daerah dengan desain pariwisata yang diidolakan dan diidamkan.

“Dengan keterbatasan kita saat ini maka kehadiran Swisscontact juga sebagai sumbangan energi dan daya bagi pariwisata NTT,”ujarnya.

Menurutnya pengembangan pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism) harus dilakukan dalam sistem kelembagaan dan kesatuan yang baik mulai dari masyarakat, pemerintah hingga pihak swasta. Sehingga model yang dihasilkan untuk satu destinasi di daerah tertentu juga bisa ditiru di daerah yang lain sehingga pariwisata benar-benar menjadi prime mover untuk pembangunan bersama.

Gubernur Viktor Laiskodat juga menyinggung soal Pulau Komodo dan Labuan Bajo yang kini telah ditetapkan sebagai kawasan wisata super premium. “Untuk Pulau Komodo dan Labuan Bajo saya minta untuk serius melihat pada kelayakan ekonomi dan lingkungan untuk kita bergerak menuju harmoni pariwisata yang baik,” tambahnya.

Kepada Yayasan Swisscontact, Gubernur Viktor Laiskodat meminta agar dapat menjangkau wilayah lain dengan destinasi yang baru ditetapkan Pemerintah Provinsi seperti Pantai Liman di Pulau Semau Kabupaten Kupang, Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Desa Lamalera di Kabupaten Lembata, Desa Wolwal di Kabupaten Alor, Desa Praimadita di Kabupaten Sumba Timur, Fatumnasi Kabupaten TTSĀ  dan Koanara Kabupaten Ende.

“Model yang sudah diterapkan baik di Flores bisa dibawa ke seluruh pulau sehingga bisa melatih masyarakat, berikan pemahaman dan pengembangan yang baik, berdayakan masyarakatnya sehingga pemahaman mengenai pariwisata berkelanjutan bukan hanya kita (leader) yang paham tetapi juga juga masyarakat kita,” ujar Gubernur Viktor Laiskodat.

Menurutnya, untuk memiliki pariwisata berkelanjutan yang hebat maka harus disiapkan pembangunan infrastruktur, akomodasi serta kesadaran masyarakat untuk membangun pariwisata sebagai ciri khas daerah.

Terkait berbagai harapan besar Gubernur Viktor Laiskodat, Program Manager Swisscontact, Philip Orga menyatakan pihaknya akan siap untuk selalu membantu Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat agar bisa mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan menjadi daya tarik dunia dengan juga memperhatikan destinasi pariwisata di seluruh pulau di NTT. (HT )