Sindiran ‘Pedas’ Gubernur NTT buat Kementerian Perhubungan di Peresmian Dermaga II Bolok

oleh -581 views

Suara-ntt.com, Kupang-Sindirin ‘pedas’ dan menohok dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) buat Kementerian Perhubungan pada peresmian Dermaga II Pelabuhan Bolok, Pengoperasian Perdana KMP Jatra I dan KMP Namparnos.Pasalnya, pemerintah itu hobinya buat kapal tetapi rusak terus. Bahkan kapal-kapal yang rusak itu tidak diperbaiki oleh Kementerian Perhubungan.

“Ini menjadi pelajaran buat kita di NTT. Ada kapal tapi rusak terus bahkan belum diperbaiki oleh Kementerian Perhubungan,” sindir Gubernur VLB ketika meresmikan Dermaga II Pelabuhan Bolok, Pengoperasian Perdana KMP Jatra I dan KMP Namparnos pada, Rabu (10/3/2021).

Gubernur Viktor menyampaikan apresiasinya atas rampungnya revitalisasi dermaga II Pelabuhan Bolok, Kupang. Sebagai provinsi kepulauan, moda transportasi penyeberangan sangat berperan penting menunjang aksebilitas masyarakat.

“Sebagai wilayah kepulauan, tidak ada yang lain, kapal harus kuat. ASDP menjadi tulang punggung transportasi di NTT. Kehadiran dermaga dan KMP Jatra 1 ini menjadi langkah pertama, namun belum saya katakan hebat. Kita harus berpikir dan siapkan dari sekarang untuk masa depan yang lebih baik. Karena di Kupang, untuk idealnya dibutuhkan 20 unit kapal ferry dan dermaga yang mampu disandari kapal besar,” ujarnya.

Menurutnya, NTT harus memiliki transportasi penyeberangan yang handal dan kuat, dan juga moda transportasi lainnya. Prediksinya, sektor pariwisata di NTT akan mengalami lompatan besar di tahun 2023, sehingga perlu dilakukan perkuatan dan peningkatan infrastruktur transportasi.

“Saya harapkan langkah maju hari ini dan belum saya katakan hebat. Ini langkah pertama seperti manusia itu hidup cita-citanya ingin mencari kebahagiaan. Tapi tidak semua orang bisa capai kebahagiaan karena dia tidak mempunyai tujuan dalam hidup. Hal seperti itu juga sama di perusahaan karena harus mempunyai tujuan yang pasti. Dan apabila tujuannya dikerjakan dengan benar maka dia akan peroleh yang nama kebahagiaan disana,”bebernya.

Dia mengatakan, hal itu juga sama dengan Dirut ASDP yang mempunyai target dan tujuan. Jika  tujuan menjadi dirut itu tercapai maka ada kebahagiaan tersendiri.

“Menurut saya provinsi ini juga mempunyai target dan tujuan sehingga pembangunan ke depan kami terus mendorong  agar mode dan servis yang diberikan itu jangan mundur,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) ASDP, Ira Puspadewi mengatakan, PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mengatakan, dalam rangka mendukung aktivitas pelayanan jasa transportasi kapal penyeberangan di Kota Kupang dan sekitarnya, maka PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) setelah selesai renovasi dermaga sehingga dapat melayani kapal dengan kapasitas yang lebih besar salah satunya adalah kapal KMP Jatra I milik ASDP. Adapun fasilitas Dermaga II ini melayani rute lintasan Kupang- Rote, Kupang- Larantuka dan Kupang-Kalabahi.

“Kami tetap berkomitmen untuk membangun dengan pelayanan. Orang bangun dermaga pasti tahu persis dengan memperhitungkan kekuatannya bertahan di atas 15 tahun. Secara bisnis ritelnya tapi kami tetap lakukan karena saya agak takut sama pak gubernur. Dua tahun lalu pertama kali bertemu beliau sambil bercanda tapi bercandanya sangat menusuk juga.

“Kenapa kapal milik ASDP kecil-kecil katanya. Ijin pak disini dermaganya masih belum bisa untuk kapal besar terus beliau bilang lagi buat saja dermaga yang lebih besar dan hari ini kita sampaikan kita haturkan dermaga yang lebih besar untuk NTT,”ujarnya.

Dijelaskan, di masa sulit apapun pihaknya tetap berkomitmen insya Allah tetap akan membangun beberapa dermaga termasuk sebentar lagi terminal penumpang akan dibangun menjadi lebih baik lagi.

“Dermaga yang akan bapak resmikan adalah yang tadinya kapasitas kapal 1.000 GRT menjadi 5.000 GRT kemudian kapalnya sudah kami datangkan atas ijin pak cucu kapalnya dari Merak Selat Sunda dan ini ukurannya 3.000 GRT bisa melayani tiga daerah langsung yaitu Rote, Kalabahi dan Larantuka,“ujarnya.

Dia juga menambahkan, untuk KMP Namparnos yang melintas dan melayani pelayaran penyeberangan menuju Semau bukan kebetulan tetapi itu sebagai penghormatan terhadap bapak Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Tadinya seminggu hanya tiga kali ke Semau sekarang setiap hari ke sana. Mudah-mudahan turut mendukung program dari bapak Gubernur dan Wakil Gubernur di ring off beauty. Jadi sekali lagi terima kasih atas seluruh dukungannya dan doanya. Kami percaya kalau kami berbuat lebih baik sebagai ASDP insya Allah Tuhan rahmati, “ungkapnya.

Dijelaskan, proyek dermaga II Pelabuhan Bolok ini merupakan salah satu komitmen ASDP memperkuat konektivitas penyeberangan nasional, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi transportasi andalan masyarakat.

“Kami mensyukuri kehadiran dan layanan ASDP disini sangat dinantikan oleh masyarakat. NTT yang dikelilingi pulau-pulau tentu membutuhkan moda ferry yang andal. Kami harap dengan direvitalisasinya dermaga satu dan dua  ini, kapasitas layanan penyeberangan dari dan ke Kupang akan terus meningkat dan semakin terlayani dengan baik,”bebernya.

Selain itu, kehadiran dermaga II ini juga untuk merespon target Pemprov NTT agar Pelabuhan Bolok dapat disandari kapal berukuran besar, salah satu alternatif untuk menghadapi cuaca ekstrim dan juga dapat meningkatkan kapasitas muatan kapal lebih besar, baik penumpang dan kendaraan serta logistik, yang diharapkan dapat mendorong  perekonomian masyarakat NTT.

Revitalisasi dermaga I dan II Pelabuhan Bolok ini telah rampung tempat waktu sekitar 11 bulan. Meskipun sempat terkendala PSBB ketat pada awal tahun lalu dan cuaca buruk pada periode Oktober 2020, proyek ini dapat selesai sesuai target yang diharapkan.

Proyek revitalisasi Dermaga I dan II Bolok senilai Rp 36 miliar ini merupakan dermaga jenis moveable bridge dengan tipe Dolphin. Dermaga I berkapasitas 30 ton memiliki panjang 60 meter dan lebar 12 meter, yang mampu disandari kapal ukuran maksimal 1.000 GRT. Sedangkan dermaga II berkapasitas 40 ton memiliki panjang 80 meter dan lebar 16 meter, yang mampu disandari kapal berukuran 5.000 GRT. (Hiro Tuames)