Pabrik Insenerator Manulai I dalam Sehari Operasi 14 Jam

oleh -197 views

Suara-ntt.com, Kupang-Pabrik Insenerator Manulai I yang terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kapasitas 100 kilo per jam dan satu hari bisa operasi 14 jam.

“Kita bisa membakar limbah medis dalam satu hari satu setengah ton,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Ondy Christian Siagian kepada media ini beberapa waktu lalu.

Ondy mengatakan, saat ini pabrik insenerator di Manulai I sudah beroperasi pada awal bulan Pebruari 2021 melalui UPTD Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3)
untuk mengurai limbah fasilitas kesehatan di Kota Kupang.

“Karena sebagaimana yang kita ketahui dampak yang terjadi di Kota Kupang ini menimbulkan banyaknya limbah medis yang ada di rumah sakit-rumah sakit.

Sampai hari ini sampah sudah mulai terurai dan kami juga sudah bekerja sama beberapa fasilitas yang ada di Kabupaten Kupang dan sementara ini jajaki kerjasamanya. Kemudian nanti kita jajaki dengan rumah sakit yang ada di kabupaten lainnya,” ungkapnya.

Dikatakan, pembangunan Pabrik Insenerator di Manulai I sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi sampah medis yang ada di fasilitas kesehatan di NTT.

Dijelaskan, pemerintah provinsi saat ini membangun tiga pabrik insenerator. Ketiga pabrik insenerator tersebut dibangun di Manulai I Kabupaten Kupang (Daratan Timor), di Labuan Bajo (Daratan Flores) dan di Sumba Tengah (Daratan Sumba).

“Untuk yang di Manulai I ini kita melayani fasilitas kesehatan yang ada di Pulau Timor, Sabu, Rote dan Alor,”ujarnya.

Sedangkan untuk daratan Flores kata dia, pihaknya telah membangun satu unit insenerator bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo). Dan saat ini pembangunannya sudah selesai dan mudah-mudahan bulan Maret atau awal bulan April 2021 sudah mulai operasi untuk melayani daratan Flores dan Lembata.

Kemudian lanjutnya, pada tahun 2021 ini pihak juga mendapat bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membangun satu unit pabrik insenerator di daratan Sumba yakni Kabupaten Sumba Tengah untuk melayani rumah sakit-rumah sakit di daratan Sumba.

“Dengan adanya tiga pabrik insenerator ini kami berharap limbah medis yang ada di fasilitas kesehatan bisa terurai dengan baik yang saat ini masih menumpuk di fasilitas kesehatan yang ada,”ujarnya.

Untuk diketahui bahwa pabrik insenerator di Labuan Bajo dan Sumba Tengah itu karena bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masing-masing kapasitasnya 150 kilo per jam dan satu hari juga bisa membakar limbah medis satu setengah ton. (Hiro Tuames)