Bank NTT Gelar Donor Darah sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Sesama

oleh -131 views

Suara-ntt.com, Kupang- Meskipun ditengah pandemi Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19, Bank NTT terus melakukan kegiatan kemanusiaan dengan menggelar donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Aksi nyata dan kontribusi Bank NTT terhadap kegiatan massal itu yang dilakukan pada Jumat, 26 Februari 2021 berjalan dengan lancar. Dalam aksi itu jumlah kantong darah yang terkumpul sebanyak 98 kantong darah dengan rincian donor darah sukarela sebanyak 83 kantong darah sedangkan donor plasma konvalesen adalah 15 kantong darah.

Informasi yang diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) untuk donor darah sukarela, yang bergolongan darah O sebanyak 40 kantong, B sebanyak 24 kantong, A sebanyak 14 kantong dan AB sebanyak 5 kantong. Sedangkan untuk donor plasma, yang bergolongan darah O ada 3 kantong, B ada 6 kantong, A= ada 2 kantong dan AB ada 1 kantong. Sementara tiga orang pendonor, baru akan melakukan donor plasma, pada Jumat malam di kantor PMI NTT.

Khusus untuk pendonor plasma konvalesen, sebelum didonor, mereka mengikuti tahapan pengambilan sampling darah H-1 dan setelah dinyatakan layak, barulah bisa melakukan donor. Sedangkan bagi pendonor darah sukarela sebelum melakukan donor jawib ikut test rapid antigen yang berlangsung di gedung penunjang pada kantor pusat Bank NTT.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alex Riwu Kaho  menjelaskan, ide tersebut muncul dari keterpanggilan Bank NTT untuk menolong sesama yang sedang terpapar karena COVID-19.

“Jika mereka mendapatkan donor plasma, dengan sendirinya akan sembuh tentu akan timbul rasa percaya diri. Ketika sembuh juga mereka sudah bisa berkontribusi dalam rumah tangga maupun pada iklim kerja mereka,”ungkap Alex.

Dalam kesempatan itu dirinya  atas nama lembaga Bank NTT berterimakasih kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut. 

Dikatakan, kegiatan tersebut sudah dilaporkan ke Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dan beliaupun secara spontan, mengajak semua pihak untuk terlibat dalam aksi yang sama yang rencananya akan dilaksanakan di halaman depan kantor gubernur pada bulan Maret nanti.

“Aksi ini akan berlangsung di kantor gubernur, tepatnya di halaman depan dan dalam pengawasan bapak gubernur. Sudah saya komunikasikan dengan Pak Kadis Kesehatan Provinsi NTT dan beliau juga akan bersama-sama dengan kita dan banyak pihak yang akan menyelenggarakan acara seperti ini,”kata dia.

Sementara itu Kepala UPT Palang Merah Indonesia (PMI) NTT, dr Samson Ehe Teron, SpPk memberi apresiasi kepada Bank NTT yang tidak saja menyelenggarakan kegiatan bertema kemanusiaan ini, melainkan dua minggu sebelumnya, Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho sudah memberi teladan, dengan mengajak Kadiv Rencorsec Bank  NTT, Endri Wardono, melakukan donor plasma konvalesen di Kantor PMI.

“Kami berterimakmasih kepada Bank NTT atas ide mulia ini. Kemarin kami sudah periksa 30-an orang. Tapi hanya belasan saja yang bisa dilakukan donor plasma hari ini karena beberapa alasan. Untuk pendonor plasma ini tidak semua bisa, melainkan diambil sample-nya dulu, dianalisa dan setelah oke barulah didonor,”bebernya.

PMI NTT membuka kesempatan kepada siapa saja atau lembaga mana pun untuk memdonor darah demi kemanusiaan. Karena saat ini masih banyak orang yang membutuhkan perhatian. Contohnya, kebutuhan plasma darah oleh pasien terpapar Covid lumayan tinggi. Berkisar antara 18-20 kantong per hari, sedangkan stok mereka tidak seberapa. Begitu pula kebutuhan akan darah bagi pasien yang dirawat karena perdarahan akibat melahirkan, kecelakaan atau sakit yang lain sehingga ketika ada kegiatan seperti ini, mereka memberi support.

Ketua REI NTT, Bobby Pitoby menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakansebuah gagasan yang sangat mulia dari Bank NTT.

“Ini satu gagasan yang luar biasa. Terutama bagi mereka yang sedang menderita, tentu butuh perhatian dan plasma ini sangat membantu. Tapi tidak terlepas dari itu, donor darah ini masyarakat umum masih sangat membutuhkannya. Tentu kita sangat mendukung ide bagus ini.”

“Bagi saya, ini niat yang mulia dan hal yang baik. Karena saling mendapatkan manfaatnya. Dimana yang memberi pun tubuhnya semakin sehat karena ada peremajaan darah. Sedangkan yang menerima pun menerima manfaatnya,”ujarnya. (HT/Humas Bank NTT)