Gubernur VBL minta Satgas Sebut Nama dan Alamat Pasien Penderita COVID-19

oleh -148 views

Suara-ntt.com, Kupang-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta agar Satgas menyampaikan secara terbuka nama, alamat dan tempat tinggal pasien penderita COVID-19.

Walaupun dalam kode etika medis, hal ini tidak diperbolehkan namun karena situasi darurat pandemi, mau tidak mau harus diambil langkah ini. Tujuannya semata-mata untuk memudahkan dalam melakukan penelusuran, pengontrolan dan pengawasan.

“Ini situasi darurat pandemi, kita harus waspada penuh. Supaya Satgas yang ada di RT/RW mudah untuk melakukan pengawasan terhadap pasien yang lakukan isolasi mandiri.

Satgas juga harus lakukan sosialisasi agar para tetangga bisa memberikan dukungan moral dan motivasi kepada penderita dan keluarganya. Tidak boleh mencela apalagi menjauhkan mereka. Dan bisa dikontrol agar penderita, tidak jalan ke mana-mana dan tularkan virus ke orang lain.

Intinya solidaritas antara warga harus dibangun untuk bersama-sama atasi wabah ini,” kata Gubernur Viktor seperti diutarakan
melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, Selasa (9/2/2021).

Gubernur kata Marius mendesak para Bupati di NTT dan Wali Kota Kupang agar berupaya keras melakukan berbagai upaya untuk mencegah pertambahan angka kematian akibat virus corona.

“Kita harus berupaya keras untuk mencegah terjadinya peningkatan kematian (pasien positif COVID, red). Siapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di berbagai rumah sakit. Perlu dilakukan pengontrolan dan pengawasan sejak seseorang dinyatakan reaktif rapid antigen. Apalagi kalau sudah positif, Tim Satuan Tugas (Satgas) harus berupaya keras untuk menyelamatkan nyawa manusia,”ungkapnya.

Marius menjelaskan Gubernur Viktor meminta Satgas yang sudah terbentuk sampai pada tingkat RT/RW agar lebih memperhatikan upaya treatment atau pengobatan setelah dilakukan tracing atau penelusuran terhadap riwayat kontak orang yang terpapar virus corona.

“Ketika diputuskan isolasi mandiri, Satgas harus memastikan keadaan rumah pasien. Layak atau tidak untuk dilakukan isolasi mandiri. Kalau di dalamnya ada lansia, orang-orang dengan penyakit bawaan dan anak-anak, yang bersangkutan diarahkan untuk lakukan lakukan isolasi terpusat. Pemerintah kabupaten/kota harus siapkan tempat untuk isolasi terpusat. Untuk isolasi mandiri di rumah, Satgas juga harus lakukan pengontrolan termasuk memastikan asupan vitamin. Jangan lepaskan begitu saja,” jelas Gubenur Viktor. (HT/Aven/Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)