50 Persen Kasus COVID-19 di NTT merupakan Sumbangsih dari Kota Kupang

oleh -58 views

Suara-ntt.com, Kupang-Perkembangan kasus Coronavirus Diseasa 2019 atau COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin hari kian meningkat.

Berdasarkan data per tanggal 26 Januari 2021 menunjukan total kasus COVID-19 di NTT mencapai 4.596 orang.

Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing menjelaskan, dari total kasus COVID-19 yang ada di NTT, sebanyak 50 persen merupakan sumbangsih dari Kota Kupang.

“Jika jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Kupang bisa ditekan secara maksimal maka penurunan di tingkat Provinsi NTT bisa mencapai 50-an persen,”kata Polo Maing dalam keterangan persnya, Rabu (27/1/2021).

Untuk menyikapi hal tersebut, telah dilakukan rapat koordinasi dalam rangka sinergitas Pemprov NTT dan Pemkot Kupang dalam penanganan tersebut.

“Pemerintah Provinsi siap memberikan dukungan baik berupa petugas Satpol PP untuk penertiban juga kebutuhan lain terkait penanganan COVID-19,”ungkapnya.

Sementara Sekertaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay mengungkapkan, Pemkot Kupang membutuhkan dukungan Pemprov NTT dalam usaha bersama pencegahan penyebaran COVID-19.

Selain dukungan petugas untuk penegakkan protokol kesehatan, dia juga mengakui saat ini Pemkot Kupang tengah mengupayakan tempat isolasi bagi para pasien positif yang tidak tertampung lagi di rumah sakit.

Dirinya berharap, Pemprov NTT bisa memberdayakan Balai Diklat dan Balai Pendidikan Kesehatan milik Pemprov NTT untuk dijadikan sebagai tempat isolasi.

Selain dukungan Pemprov NTT, dia juga sangat mengharapkan dukungan aparat keamanan, terutama saat proses penguburan pasien positif COVID-19 secara protokol kesehatan.

Menurutnya, masih banyak warga maupun pihak keluarga yang menolak bahkan beberapa diantaranya mengeluarkan kata-kata kasar hingga melakukan tindak kekerasan kepada para petugas ketika hendak melakukan prosedur penguburan pasien secara protokol COVID-19.

“Karena itu sangat diharapkan kehadiran para petugas keamanan untuk menertibkan kendala tersebut,” katanya. (HT/BN/AM)