2.116 kilo lebih Jalan Provinsi dalam Kondisi Mantap

oleh -71 views

Suara-ntt.com, Kupang-Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2019, Jalan Provinsi dengan kondisi mantap sebesar 1.743,55 km atau 65,79 persen dari total 2.650 km.

Sementara pada tahun anggaran 2020 dilakukan peningkatan jalan sepanjang 372,74 km, sehingga jalan provinsi dalam kondisi mantap menjadi 2.116,29 km atau sebesar 79,86 persen. Dimana terjadi peningkatan14,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara total pembangunan jembatan pada tahun anggaran 2019 sepanjang 96 meter dan pada tahun anggaran 2020 sepanjang 152 meter.

“Sebagai pemimpin di daerah ini, saya bersama pak Josef Nae Soi selalu berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur jalan-jembatan yang menyeluruh tuntas dan tidak setengah-setengah. Konsekuensi dari kebijakan ini adalah dibutuhkan sumber pendanaan investasi yang besar dan itu tidak mungkin apabila hanya dibebankan pada APBD Provinsi NTT saja,”kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada perayaan memperingati hari ulang tahun (HUT) Provinsi NTT ke-62 di aula rumah jabatan Gubernur NTT, Minggu (20/12/2020).

Viktor mengatakan, sebagai jalan keluarnya, Pemerintah Provinsi menggunakan sumber pendanaan lain melalui pinjaman daerah sebagai terobosan terhadap kendala fiskal dengan pendekatan enterpreneurship. Pinjaman daerah ini bukanlah hal yang tabu karena telah diperhitungkan dengan baik segi manfaat serta tata kelola pengembaliannya.

“Untuk itu, pada kesempatan ini, saya menghimbau kepada para Bupati/Wali Kota agar dapat memanfaatkan skema pinjaman daerah untuk penyediaan infrastruktur, khususnya infrastruktur dasar dalam rangka mewujudkan konektivitas dengan jalan provinsi maupun jalan negara agar dapat memberikan daya ungkit yang berarti bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya.

Selain itu kata dia, pada tahun 2020 dilakukan intervensi untuk meningkatkan daerah layanan irigasi seluas 1.289,49  hektar, sehingga luasan Daerah Irigasi dalam keadaan baik meningkat menjadi 36.876  hektar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 35.586  hektar.

Di bidang perumahan dan permukiman, selama dua tahun terakhir telah dibangun sambungan air bersih untuk melayani 728 kepala keluarga serta identifikasi calon penerima bantuan hibah perumahan dan renovasi 403 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Banyak hal yang dapat kita refleksikan pada perayaan Hari Ulang Tahun NTT kali ini bahwa dengan segala keterbatasan yang ada, dari waktu ke waktu NTT semakin menuju ke arah yang lebih baik. Semua ini tidak diperoleh dengan sendirinya tetapi dicapai lewat jerih payah dan perjuangan,”bebernya.

Dijelaskan, pembangunan penyediaan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pengairan dan permukiman menjadi salah satu prioritas pembangunan di NTT. Karena ketersediaan infrastruktur berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, masyarakat NTT harus membulatkan tekat untuk bangkit menuju sejahtera,

“Jerih payah kita sudah mulai terlihat satu-persatu, NTT mulai dikenal dan diperhitungkan di level nasional maupun internasional. Salah satu contohnya yakni pakaian adat Sabu Raijua dan Timor Tengah Selatan yang digunakan dengan gagah dan elegan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo pada dua momen nasional.  Ini telah membuktikan bahwa kekayaan budaya dan intelektual warisan nenek moyang NTT berkualitas dunia dan  harus dipromosikan dengan narasi-narasi yang baik agar brand NTT dapat dikenal dan dicintai di seluruh belahan dunia,”jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, generasi muda atau kaum milenial NTT yang terus mengembangkan diri, berinovasi dan berkontribusi terhadap pembangunan NTT.

“Kita punya anak muda di Kabupaten Sikka yang telah menerapkan pertanian lahan kering dengan menggunakan sistem irigasi tetes secara digital dan masih sangat langka di Indonesia. Ini merupakan salah satu peluang emas bagi NTT dan saya minta agar pemerintah 22 Kabupaten/Kota dapat menjadikan ini sebagai pilot project untuk diterapkan di masing-masing Kabupaten/Kota.

Pada kesempatan ini, saya tidak henti-hentinya meminta agar dunia usaha, koperasi, BUMD dan BUMDes terus berinovasi dalam mengelola dan memasarkan produk NTT sesuai “revolusi industri jilid 4”, dengan memanfaatkan platform marketplace berbasis digital, dengan tetap mempertahankan kualitas dan daya saing serta bauran promosi sehingga produk-produk unggulan NTT menembus pasar nasional, regional maupun  internasional”.

“Bagi masyarakat dan pelaku bisnis di NTT, saya minta agar selain mengembangkan modal ekonomi, kita perlu  memberdayakan modal sosial kita yang besar dengan kerja bergotong-royong, menguatkan jaringan sosial, membina hidup saling percaya, membudayakan pola hidup hemat,  produktif, energik, inovatif dan berani memanfaatkan peluang yang ada untuk meraih masa depan yang lebih baik menuju NTT sejahtera,”pungkasnya.

Menyikapi berbagai hal yang terjadi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pelayanan dan pemberdayaan di daerah ini, dirinya menyampaikan beberapa hal untuk dapat ditindaklanjuti :

Pertama, memasuki musim hujan ini, diminta agar bersama mengantisipasi ancaman Demam Berdarah Dengue, ancaman penyakit menular lainnya dengan memberdayakan seluruh sumberdaya yang ada untuk pencegahan dan penanganannya, terutama di Kabupaten/Kota yang tinggi kasus DBD-nya. Begitu pula dengan penanganan bencana alam di tiap Kabupaten/Kota, saya minta agar seluruh komponen terkait segera melakukan mitigasi bencana untuk meminimalisasi risiko bencana dan jumlah korban jiwa.

Kedua, menghadapi musim tanam ini agar para Bupati/Walikota memperhatikan pendistribusian bibit, pupuk, obat-obatan, alat industri pertanian dan penyuluh pertanian, terutama pada lahan pertanian yang mendukung pelaksanaan Program TJPS untuk memastikan tidak ada lahan yang tidur karena manusia tidak menggarapnya.

Ketiga, saya meminta agar para Bupati/Walikota dan DPRD Kabupaten/Kota dapat menjadi motor penggerak masyarakat dalam rangka peningkatan ekonomi dan mempertahankan stabilitas di masing-masing daerah dengan mengalokasi waktu di lapangan mendampingi dan memberikan semangat kepada rakyat.

Keempat, agar Pemerintah 22 Kabupaten/Kota membentuk Satuan Tugas yang melibatkan Badan Pertanahan Nasional dan Unsur Forkopimda untuk menyelesaikan masalah-masalah pertanahan yang menjadi penghambat utama pelaksanaan pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Kelima, menghadapi pandemic Covid-19 di NTT saya menghimbau kepada Walikota Kupang dan Para Bupati agar selain menerapkan protokol kesehatan di masing-masing daerah, juga menghimbau masyarakat untuk mengkonsumsi makanan bergizi tinggi seperti kelor yang dapat diperoleh dengan mudah di NTT, beristirahat yang cukup dan berolahraga secara teratur serta membangun pikiran yang positif agar imunitas tubuh tetap terjaga. (Hiro Tuames)