Penanganan DBD Harus Sama Seperti COVID-19

oleh -82 views

Suara-ntt.com, Kupang-Penanganan demam berdarah atau demam dengue (DBD) dari pemerintah harus sama seperti penanganan Coronavirus Desease 2019 atau COVID-19.

Karena DBD lebih mematikan daripada COVID-19 dan penyebarnya jelas dimana nyamuk dapat menyerang siapa saja.

Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT, David Mandala mengatakan, penanganan kasus DBD dari pemerintah sangat dibutuhkan. Hingga saat ini ada 5.867 kasus DBD dan yang sudah meninggal sebanyak 59 orang.

“Saya minta masyarakat untuk segera dan tetap lakukan Gerakan 3 M Plus yakni menguras, menutup, dan mengubur serta plusnya memakai kelambu,”katanya.

David memberi warning kepada masyarakat untuk waspada akan bahaya kejadian luar biasa (KLB) DBD.

Dirinya meminta agar lebih serius dalam pencegahan maupun penanganan agar tidak terjadi KLB DBD.

“Kasus DBD di NTT cukup tinggi dibanding 2019 lalu dan tahun ini mengalami peningkatan. Apalagi sudah masuk musim penghujan dan puncaknya akan terjadi di Pebruari 2021 sehingga pemerintah dan masyarakat harus waspada,”ujarnya.

Selain berbagai upaya yang dilakukan maka Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kesehatan sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) DBD dengan dasar Instruksi Gubernur terkait pembentukan Satgas DBD di kabupaten/kota sampai pada tingkat desa/kelurahan.

“Dan kami sudah kirimkan pedoman teknisnya. Dan saat ini ibu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) sudah saya suruh evaluasi kabupaten/kota mana saja yang sudah bentuk satgas. Karena kita mau penanganan DBD harus diberi penanganan yang sama dengan COVID. Karena angka kematian DBD juga tinggi, bahkan lebih tinggi dari COVID. Apalagi masuk musim penghujan ini, kita harus lebih waspada terhadap ancaman DBD. Pemerintah harus beri perhatian yang sama terhadap ancaman DBD, yaitu dengan cara mengendalikan vektor nyamuk,”ujarnya.

Dikatakan, kasus DBD di tahun 2020 lebih tinggi banding 2019. Demikian juga angka kematian lebih tinggi. Di Kota Kupang saja sudah lebih dari 700 kasus DBD dan sudah ada 8 kasus kematian. Sedangkan Kabupaten Sikka ada 16 kasus meninggal dunia karena DBD dan paling tinggi di NTT.

Berikut data lengkap hasil rekapitulasi Harian Survelens DBD kabupaten/kota per 16 Desember 2020 di NTT;

Kota Kupang; Positif 767 kasus, meninggal 8 kasus, CFR : 1,0 persen lokasi kasus di Puskesmas Sikumana, Oepoi, Bakunase, Oesapa, Alak, Penfui, Oebobo, Pasir Panjang, Naioni dan Manutapen.

Kasus yang meninggal dunia itu yakni di Puskesmas Sikumana sebanyak empat orang, Puskesmas Penfui sebanyak satu orang, Puskesmas Oebobo satu orang.

Kabupaten Kupang; Positif 161 kasus, meninggal 4 kasus, CFR 2,5 persen . Lokasi kasus positif di Puskesmas Oesao, Tarus, Oekabiti, Camplong, Sonraen, Naibonat, Oelamasi, Fatukanutu dan Sulamu. Sedangkan kasus meninggal dari Puskesmas Tarus.

Kabupaten TTS; Positif 93 kasus, meninggal tidak ada dan CFR 0 persen. Lokasi kasus terjadi di Puskesmas Kapan, Kota Soe, Nulle, Niki-Niki, Taiftob, Hoebeti, Oekam, Kolbano, Noebeba, Batuputih, Siso, Noebeba, Panite, Ayotupas dan Oenlasi.

Kabupaten TTU; Positif 143 kasus, meninggal 2 oramg, CFR 1,40 persen. Lokasi terjadi kasus di Puskesmas Ponu, Sasi, Oelolok, Bitefa dan Maubesi. Kasus meninggal di Puskesmas Biboku Anleu.

Kabupaten Belu; Positif 818 kasus, meninggal : 9, CFR 1,10 persen. Lokasi kasus di Puskesmas Kota, Umanen, Wuedomu, Ainiba, Atapupu, Atambua Selatan, Haliwen, Aululik, Wueluli dan Halilulik. Pasien positif DBD meninggal di RSUD Gabriel Manek, Puskesmas Kota, Desa Haliwen, Halelulik dan Kota.

Kabupaten Malaka; positif 135 kasus, meninggal 1, CFR 0,87 persen. Lokasi kasus DBD di Puskesmas Betun, Sarina, Alas, Kaputu, Welimen dan Namfalus. Lokasi meninggal di Puskesmas Uabau.

Kabupaten Alor ; Positif 473 kasus, kasus meninggal 4, CFR 0,85 persen. Lokasi kasus positif Puskesmas Mebung, Kenalirang, Barnusa, Woru, Probur, Alor Kecil, Bukapiting, Kabir, Maritain, Lawahing. Lokasi kasus meninggal di wilayah Puskesmas Kenalirang (Welai Barat) dan Alor Kecil (Hulnani).

Kabupaten Lembata; Positif 236 kasus, meninggal 4 kasus, CFR 1,7 persen. Lokasi kasus : Kecamatan Nubatukan, Atadei, Omesuri, Nagawutung, Ile Ape, Lebatukan dan Wulandoni. Lokasi kasus meninggal berasal dari Puskesmas Lewoleba dan meninggal di Waikomo. Lembata Barat dan Lamahora-Meluwiting 33 kasus, meninggal tidak ada.

Kabupaten Flores Timur; Positif 145 Kasus, meninggal 2 kasus, CFR 1,38 persen. Lokasi di Puskesmas Ile Boleng, Wai Klibang, Boru, Nagi, Oka, Lato, Waiwerang, Ritaebang, Waimana, Ritaebang dan Lewolaga. Lokasi meninggal di Waiwerang satu orang dan Oka satu orang.

Kabupaten Sikka; Positif 1.788 kasus, 16 orang meninggal. CFR 1,9 persen. Lokasi kasus Puskesmas Paga, Tanawawo, Mego, Lela, Nita, Magepanda, Alok, Alok Barat, Alok Timur, Koting, Nelle, Kewa Pante, Kangae, Hewoklowang, Bola, Doreng, Waigete, Talibura, Lekebai, Waigate, Wolofeo, Wolomarang, Mapitara, Paga dan Tanarawang. Lokasi meninggal di puskesmas Kopeta, Beru (2), Nita, Wolomarang, Detubinga, Puskesmas Waipare, Puskesmas Waigete.

Kabupaten Ende; Positif 233, meninggal 4. CFR 1,72 persen. Lokasi : Puskesmas Kota Ratu, Puskesmas Kota Ende, Onekore, Ngalupolo, Ndetundora dan Maukaro

Kabupaten Nagekeo; Positif 60 kasus, meninggal 1 CFR 19 persen. Lokasi Puskesmas Danga dan Puskesmas Bowawe. Meninggal di RSD Aeramo, rujukan dari Puskesmas Bowawe, Kelurahan Wolopogo.

Kabupaten Ngada; Positif 136 kasus, msninggal 1 CFR 0 persen. Lokasi kasus Riwung, Wangulewa, Kota Bajawa. Lokasi meninggal Kecamatan Bajawa, Kecamatan Fowabata.

Kabupaten Manggarai Timur; Positif 34, meninggal 1 CFR 2,6 persen. Lokasi kasus Puskesmas Dampek, Borong, Kota Komba. Meninggal di Wairera, Kelurahan Roga Koe, Kecamatan Kota Komba.

Kabupaten Manggarai; Positif 36 kasus, meninggal 1, CFR 2,8 persen. Lokasi kasus positif Puskesmas Beamese, Lao, Kota Bangka Keda, Pongeok, Wae Codi, Reo, Iteng, Pagal, Wae Mbeleng, Lokasi meninggal di Desa Ladur Puskesmas Beamese.

Kabupaten Manggarai Barat; Positif 295 kasus, meninggal tidak ada. Lokasi Puskesmas Labuan Bajo, Benteng, Terang, Orong, Komodo, Sano Nggoang, Welak, Orong, Werang.

Kabupaten Sumba Timur; Positif 62 kasus. Lokasi Puskesmas Waingapu, Kambaniru, Kanatang, Banggawatu, Mangili.

Kabupaten Sumba Barat; Positif 34 kasus. Lokasi Puskesmas Gaura, Puuweri, Weekarou, Lahihuruk.

Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD); Positif 193 kasus, meninggal tidak ada.

Kabupaten Sumba Tengah; Positif 29 kasus, meninggal tidak ada. Lokasi di Lendi Wacu, Lawonda, Wairasa.

Kabupaten Rote Ndao; Positif 31 Kasus, meninggal.1, CFR 0,0 persen.

Kabupaten Sabu Raijua; Positif 57 kasus. Lokasi : Danieko, Seba, Bolou, Sabu Raijua, Eimadake.

Dengan demikin total positif DBD yang ada sebanyak 5.867 kasus dan meninggal dunia sebanyak 59 kasus, CFR 1,01%. (Data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT per 16/12/2020)