Gerindra Dukung langkah Pemerintah untuk Tingkatkan Investasi sebesar Rp 80 Triliun di 2023

oleh -135 views

Suara-ntt.com, Kupang-Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Provinsi NTT mendukung langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan investasi di NTT menjadi Rp 80 triliun pada tahun 2023 mendatang.

“Untuk mencapai hal tersebut, kita minta pemerintah perlu menata prosedur perijinan yang lebih efisien, efektif, transparan dan akuntabel demi mencegah monopoli/oligopoli serta mencegah ekonomi biaya tinggi sehingga dapat menciptakan ekosistem yang kondusif untuk investasi,” kata Juru Bicara Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindara) DPRD Provinsi NTT, Stev Come Rihi terhadap tujuh rancangan peraturan daerah Provinsi NTT beberapa waktu lalu.

Dalam kaitan dengan perijinan Fraksi Gerindra meminta agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTT dapat menyiapkan informasi-informasi yang mudah diakses oleh masyarakat terutama untuk kepentingan perijinan sebagaimana diatur dalam UU No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Pada kesempatan itu Fraksi Gerindra juga meminta pemerintah memastikan agar program kegiatan yang didanai dari pinjaman dari Bank NTT dan PT SMI dapat terlaksana dengan baik dan tuntas.

Stev mengatakan, pada tahun 2021 DPRD Provinsi NTT mendukung pemerintah untuk mendapatkan pembiayaan dari pinjaman dana yang bersumber dari Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 1,5 triliun. Hal itu dilakukan untuk melakukan lompatan-lompatan dalam mengejar ketertinggalan maka dibutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar.

“Dana pinjaman termasuk PEN menyediakan sumber daya itu. Rencana alokasi program kegiatan yang dibiayai dari dana PEN juga telah disiapkan. Kita semua berharap agar rencana ini dapat berjalan dengan baik namun Fraksi Gerindra meminta pemerintah untuk menyiapkan skenario apabila pinjaman dimaksud menjadi tidak sebesar sebagaimana yang direncanakan,”ungkapnya.

Dijelaskan, sebagaimana telah disampaikan oleh pemerintah bahwa program PEN adalah rangkaian kegiatan untuk pemulihan ekonomi nasional yang yang mengalami resesi akibat Pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Namun dalam pelaksanaannya dana PEN harus berdampak pada penguatan daya beli masyarakat. +++ Hiro Tuames