NTT Bertambah 58 Kasus Positif COVID-19 dari Pelaku Perjalanan

oleh -27 views

Suara-ntt.com, Kupang-Pengaruh pelaku perjalanan baik dari Jakarta maupun dalam daerah maka kasus positif Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT kembali melonjak dan bertambah menjadi 58 kasus baru pada Minggu (6/12/2020).

Penambahan seluruh kasus positif Covid-19 tersebut terjadi di 6 daerah yakni, Kota Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten TTS dan Kabupaten Rote Ndao

“Ada penambahan 58 kasus positif Covid-19 baru pada hari ini. Dengan tambahan tersebut maka total kasus COVID-19 di NTT menjadi 1.427 kasus,”kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, David A. Mandala kepada wartawan, Minggu (6/12/2020).

David mengatakan, kasus tersebut terdiri dari 31 kasus di Kota Kupang yang merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta. Semuanya berjenis kelamin laki laki dengan usia 18-59 tahun. Selain itu, terdapat 22 pelaku perjalanan dari Jakarta di Kabupaten Belu yang berumur antara 19-59 tahun.

Untuk Kabupaten Manggarai Timur, ada satu perempuan pelaku perjalanan dari Kupang yang berusia 20 tahun serta di Kabupaten Sumba Timur terdapat satu laku laku pelaku perjalanan dari Waikabubak berusia 27 tahun.

Kasus baru di Kabupaten TTS terdiri dari 2 perempuan yakni pelaku perjalanan dari Tarakan Kalimantan berusia 38 tahun dan satu transmisi lokal berusia 42 tahun. Sementara itu, di Kabupaten Rote Ndao ada satu laki-laki pelaku perjalanan dari Atambua berusia 50 tahun.

Total pasien positif Covid-19 yang sembuh di NTT saat ini sebanyak 742 orang. Sementara itu, sebanyak 27 pasien dinyatakan meninggal dan 658 orang masih dirawat dan dikarantina.

Kota Kupang Terbanyak

Kota Kupang masih menjadi kota dengan penularan Covid-19 terbanyak yakni mencapai 625 kasus dengan 197 pasien dinyatakan sembuh, 17 pasien meninggal dan 411 yang dirawat saat ini.

Kasus tertinggi berikut ada di Kabupaten Ende dengan 115 kasus, Kabupaten Manggarai Barat dengan 111 kasus dan Kabupaten Manggarai dengan 71 kasus.

Selanjutnya Kabupaten Sikka dengan 70 kasus,Kabupaten Sumba Barat dengan 57 kasus, Kabupaten Ngada dengan 52 kasus, Belu dengan 51 kasus, Flores Timur dengan 38 kasus, Kabupaten Sumba Barat Daya 45 kasus dan Lembata dengan 33 kasus serta Kabupaten Sumba Timur dengan 33 kasus.

Selain itu, ada Kabupaten Kupang menyumbang sebanyak 29 kasus dan Kabupaten Nagekeo dengan 25 kasus, Kabupaten TTS dengan 22 kasus, Kabupaten Sumba Tengah sebanyak 16 kasus, Kabupaten Alor dengan 11 kasus, Rote Ndao dengan tujuh kasus, serta Kabupaten TTU dan Malaka dengan enam kasus, Kabupaten Sabu Raijua dan Manggarai Timur dengan masing masing dua kasus. (HT)