2021, PAD NTT Ditargetkan sebesar Rp 2 Triliun Lebih

oleh -31 views

Suara-ntt.com, Kupang-Pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi NTT pada tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp. 2.033.518.433.142,- meningkat dibandingkan PAD pada tahun 2020 sebesar Rp.1.465.773.875.091. Dimana ada peningkatan sebesar Rp. 567.744.558.051atau 38,73 persen dalam satu tahun adalah peningkatan yang progresif.

Juru Bicara Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindara) DPRD Provinsi NTT, Stev Come Rihi mengatakan, peningkatan tersebut menggambarkan langkah yang optimis menuju pencapaian target PAD sebesar Rp 3 triliun lebih pada akhir masa RPJMD 2018-2023.

“Penetapan target yang meningkat progresif ini juga menggambarkan tekad pemerintah provinsi NTT untuk bekerja keras menggerakkan sektor-sektor ekonomi serta menciptakan kultur birokrasi yang enterpreuner. Sudah tentu hal ini layak mendapat apresiasi dan dukungan,” katanya terhadap tujuh rancangan peraturan daerah Provinsi NTT, Rabu beberapa waktu lalu.

Dikatakan, pendapatan pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 72 milliar lebih pada Dana Transfer jika dibandingkan dengan tahun 2020. Namun mengalami peningkatan yang signifikan pada sektor Pendapatan Asli Daerah.

Berkaitan dengan Rancangan Pendapatan maka Fraksi Gerindra menyampaikan pandangan-pandangan atau catatan-catatan sebagai berikut;

Pertama, memperhatikan tanggapan Gubernur atas pemandangan umum fraksi serta laporan dan rekomendasi Badan Anggaran DPRD terkait upaya peningkatan pajak kendaraan bermotor. Dimana Fraksi Gerindra mendukung langkah-langkah yang sedang dilakukan oleh pemerintah untuk membenahi sistem pada Samsat On-line, memperkuat kerjasama dengan Bank NTT untuk pengembangan sistem dan instrumen pembayaran yang lebih efisien, lebih efektif. Fraksi juga menghargai komitmen yang tengah dibangun bersama Polda NTT untuk mengintegrasikan data objek pajak kendaraan bermotor.

Selanjutnya Fraksi meminta agar secara periodik pemerintah dan DPRD Provinsi NTT melalui komisi terkait dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap hal-hal tersebut diatas.

Kedua, sebagaimana telah dibahas sebelumnya, Fraksi Grrindra juga melihat bahwa pemerintah telah memiliki peta jalan untuk melakukan optimalisasi pemanfaatan aset yang menjadi kewenangan provinsi seperti terminal tipe B yang tersebar di kabupaten/kota.

Terminal tipe B menjadi simpul dimana berbagai aktivitas ekonomi berlangsung. Mengelola dengan baik terminal tipe B akan berdampak langsung terhadap hidupnya banyak sekali kegiatan perekonomian seperti perkiosan, dan lain-lain. Dalam pengelolaannya pemerintah provinsi dapat bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak swasta.

Ketiga Fraksi Gerindra juga mendukung langkah-langkah yang sedang dilakukan oleh pemerintah provinsi untuk melakukan penertiban aset. Selanjutnya aset-aset dimaksud harus segera dikelola agar memberi manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat.

Keempat, terkait aset pemerintah provinsi berupa tanah dan bangunan yang berada di luar wilayah NTT maka Fraksi Gerindra mendorong dan mendukung rencana pemerintah untuk bekerjasama dengan pihak ketiga dalam pengelolaannya.

Fraksi ini berharap agar kerjasama dimaksud dapat lebih mengamankan aset NTT, menguntungkan dari sisi ekonomi, dan dapat menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerja bagi anak-anak NTT.

Kelima, Pemerintah bersama DPRD Provinsi perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan Dana Insentif Daerah (DID).

Status NTT sebagai provinsi perbatasan, predikat WTP selama beberapa tahun berturut-turut, keberhasilan dalam pencegahan korupsi, Indeks Reformasi Birokrasi dan Indeks Demokrasi Indonesia NTT yang baik adalah prestasi-prestasi yang layak untuk NTT dalam memperoleh DID yang lebih besar.

Keenam, peningkatan pendapatan juga perlu dilakukan melalui upaya legislasi dengan menyiapkan peraturan-peraturan pendukung yang memungkinkan perluasan objek pajak dan memberi dasar hukum pemungutan pajak dan retribusi.

Ketujuh, Fraksi Gerindra mendorong dan mendukung pembentukan Kawasan Strategis Provinsi Bolok-Tenau-Semau agar kawasan ini menjadi kawasan yang secara ekonomi berkonstribusi lebih besar bagi NTT. (Hiro Tuames)