RSUP Kupang Diharapkan jadi Pelita Bagi Masyarakat NTT

oleh -23 views

Suara-ntt.com, Kupang-Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Pur) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, sp.Rad berharap dengan adanya peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kupang senantiasa menjadi pelita bagi masyarakat NTT.

Menkes Terawan, percaya bahwa dengan dukungan para Tokoh Agama yang senantiasa mendoakan, RSUP ini akan bisa menjadi ‘garam dan terang’

“Saya percaya bahwa keberadaan RSUP ini akan senantiasa menjadi pelita bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,”katanya ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan RSUP Kupang, Kamis (3/12/2020).

Dia mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Umum Pratama Kupang pada saat ini pihaknya melakukan survey bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melkianus Laka Lena.

“Hal pertama yang saya tanyakan adalah sumber air. Karena itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit ini. Karena bagaimanapun air merupakan syarat utama untuk kebutuhan perawatan kesehatan sehingga pasien bisa cepat baik. Karena hal itu sudah terpenuhi maka saya langsung setujui,” ungkapnya.

Dia berharap ada dukungan Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang agar pembangunan tidak berhenti sampai pada tingkatan ini. Namunpengembangan rumah sakit ini akan berdiri bukan hanya puluhan tahun tetapi sampai ratusan tahun.

“Kita akan perbaiki terus menerus sesuai dengan perkembangan jaman, baik bentuk fisik maupun peralatan dengan perkembangan teknologi yang baru,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu dia meminta dukungan Pemerintah Daerah Provinsi NTT, agar jalan utama menuju rumah sakit ini diperluas. Karena nanti disekitar Rumah sakit ini pasti akan muncul pertumbuhan ekonomi bagi kehidupan masyarakat dilingkungan sekitar dan tentunya akan mengubah pola kehidupan masyarakat.

“Kami percaya bahwa dengan persatuan dan kesatuan dari segala lapisan masyarakat dan berbagai latar belakang di provinsi maupun kota ini maka tujuan mulia ini dapat berjalan dengan baik dan ini merupakan kebanggaan buat kita semua,”pungkasnya.

Dirinya juga menghimbau agar dalam masa Pendemi Covid-19 ini masyarakat harus rajin mencuci tangan dan selalu pakai masker.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, turut memberikan apresiasi pada Kementerian Kesehatan.

“Terima kasih pada Kementerian Kesehatan terutama pada Bapak Menteri Kesehatan yang dengan memberikan perhatian bagi kami Provinsi NTT dalam hal ini pembangunan RSUP ini. Beliau ini orang baik yang dipercayakan Presiden Jokowi dalam mengatasi persoalan di bidang kesehatan”,ungkapnya.

“NTT butuh pelayanan kesehatan yang baik. Rumah sakit ini tentunya akan sangat membantu masyarakat dan sebagaimana pembangunan di bidang kesehatan adalah bagian integral dari pembangunan nasional yanh bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kehidupan masyarakat untuk hidup sehat,” jelasnya.

Kemudian Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL (K), mengatakan nilai pekerjaan fisik gedung RSUP Kupang sebesar 350,2 miliar dan direncanakan akan dibangun dalam kurun waktu 20 bulan.

“Kita harapkan paling lambat pertengahan 2022 RSUP ini sudah bisa beroperasi. Sumber pembiayaannya dari pinjaman bank dunia (world bank) melalui program Indonesian Supporting Primary Health Care Reform (I-SPHERE),” jelas dr. Abdul.

“Sesuai lahan yang disiapkan Pemprov NTT sesuai sertifikat itu adalah 18 hektar. Diantaranya akan digunakan untuk pembangunan gedung utama rumah sakit, area penunjang, ruang terbuka hijau, pembangunan asrama dan rumah dinas, serta sarana pendidikan dan pelatihan.
Untuk pembangunan gedungnya memiliki ketinggian empat lantai”, jelasnya.

“Sesuai hasil kajian pembangunan ini mengacu pada master plan pemgembangan rumah sakit pada tahap pertama dibangun seluas 26.500 meter persegi dengan kapasitas 212 tempat tidur yang terdiri dari fungsi pelayanan rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, kamar operasi, layanan intensif umum, paru, jantung, bayi, pelayanan laboratorium, radiologi, kebidanan, rehabilitasi medis, bank darah, dan penunjang lainnya. Termasuk juga kami telah menyiapkan desain kebutuhan layanan penyakit covid-19,” jelasnya.

Abdul juga mengatakan, diharapkan RSUP ini dapat memberikan pelayanan spesialistik dan subspesialistik yang profesional, berkesinambungan, intensif, nyaman dan bertanggungjawab yang ditunjang dengan sarana dan prasarana serta alat kesehatan modern. (Hiro Tuames)